Sherly Tjoanda di Tengah Agenda Padat Awal Tahun 2026

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 4 Januari 2026 14:52 WIB
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos (Foto: Dok MI/Jainal Adaran)
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos (Foto: Dok MI/Jainal Adaran)

Sofifi, MI - Gubernur Malut Sherly Tjoanda menegaskan bahwa awal tahun 2026 akan langsung diisi dengan agenda kerja pemerintahan tanpa jeda.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan perdana Pemprov Malut akan diawali dengan apel yang dipimpin langsung olehnya sebagai penanda dimulainya pelaksanaan program dan kebijakan tahun berjalan. 

“Awal Januari 2026 akan diawali dengan apel perdana yang saya pimpin langsung,” ujarnya.

Apel tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026. Menurut Sherly, apel perdana memiliki makna penting sebagai momentum konsolidasi aparatur pemerintah sekaligus penegasan komitmen kerja sejak hari pertama. 

“Pada tanggal 5 Januari, kami memulai aktivitas pemerintahan dengan apel perdana sebagai penanda dimulainya agenda kerja Pemprov Maluku Utara tahun 2026,” katanya.

Pada hari yang sama, Gubernur Sherly juga akan mengikuti Perayaan Natal Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh sepuluh titik di Indonesia, salah satunya berada di Malut. 

“Maluku Utara menjadi salah satu titik pelaksanaan Natal Nasional secara daring,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk wilayah Malut, pelaksanaan Natal Nasional akan dipusatkan di Jailolo, Kabupaten Halbar. Menurut Sherly, keterlibatan daerah dalam perayaan nasional ini mencerminkan semangat kebersamaan lintas wilayah dan lintas umat. 

“Perayaan Natal Nasional akan dipimpin Presiden dari Jakarta dan diikuti secara online oleh sepuluh titik di Indonesia, termasuk Maluku Utara yang berlokasi di Jailolo,” jelasnya.

Memasuki agenda berikutnya, Sherly mengungkapkan bahwa pada Selasa, 6 Januari 2026, Pemprov Malut akan meluncurkan Fala Project di Desa Tedeng, Kabupaten Halbar. Program ini difokuskan pada pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). 

“Peluncuran Fala Project dilakukan untuk pemutakhiran data DTSEN,” tuturnya.

Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh anggota DPR RI serta Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional. Sherly menilai kehadiran unsur pusat menjadi penting untuk memastikan validitas dan kualitas data yang akan menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah. 

“Melalui Fala Project, kami ingin memastikan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional berjalan akurat dan berbasis kondisi riil masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemutakhiran DTSEN bertujuan memastikan data masyarakat pada kelompok desil satu hingga lima benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Akurasi data, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan berbagai program bantuan sosial. 

“Data desil satu hingga lima harus benar-benar sesuai,” tegasnya.

Dengan data yang valid, Sherly optimistis seluruh program bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Ia menyebutkan bantuan perumahan, bantuan langsung tunai, beasiswa, hingga Program Keluarga Harapan sangat bergantung pada keakuratan basis data. “Semua bantuan harus tepat sasaran,” katanya singkat.

Agenda pemerintahan berlanjut pada Rabu, 7 Januari 2026, dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Malut dan Kejaksaan Tinggi. Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum). 

“Penandatanganan MoU dengan Kejati dilakukan pada 7 Januari,” ujarnya.

Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. Sherly menilai sosialisasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman hukum di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. 

“Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi KUHP baru bersama Jampidum sebagai bagian dari penguatan pemahaman hukum,” jelasnya.

Di sektor ketenagakerjaan, Sherly mengungkapkan rencana peresmian lembaga pelatihan vokasi di Sofifi yang dijadwalkan berlangsung setelah tanggal 20 Januari 2026. Peresmian tersebut juga diharapkan dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan. 

“Kita akan meresmikan lembaga pelatihan vokasi yang ada di Sofifi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas balai pelatihan vokasi juga ditandai dengan diterimanya alat berat berupa ekskavator dari United Tractors untuk menunjang pelatihan berbasis kebutuhan industri. 

“Kita akan launching peningkatan kualitas balai pelatihan vokasi,” katanya.

Di bidang infrastruktur, Gubernur Sherly memastikan pembangunan jalan provinsi akan dilakukan di seluruh sepuluh kabupaten dan kota di Malut. Target pembangunan jalan lapen pada 2026 berkisar antara 10 hingga 20 kilometer. 

“Untuk jalan, semua kabupaten dan kota akan mendapat pembangunan ruas provinsi,” tuturnya.

Selain itu, Sherly menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan program mudik subsidi pada setiap momentum Lebaran serta Natal dan Tahun Baru. Program tersebut, kata dia, akan disertai peningkatan kualitas layanan dan sistem daring yang lebih tertata. 

“Program mudik subsidi akan terus dilaksanakan dengan pelayanan yang semakin baik dan konektivitas antarwilayah yang makin optimal,” pungkasnya. (Jainal Adaran)

Topik:

Maluku Utara Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos