Jelang Ramadan, Polda Malut dan Satgas Pangan Intensifkan Pengawasan Bahan Pokok

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 11 Februari 2026 6 jam yang lalu
Ditreskrimsus Polda Malut bersama Kadis Pangan, Disperindag, Dinas Pertanian, Parum Bulog, dan DPMPTSP Malut pantau stok pangan menjelah ramadhan Idhul Fitri (Foto: Istimewa)
Ditreskrimsus Polda Malut bersama Kadis Pangan, Disperindag, Dinas Pertanian, Parum Bulog, dan DPMPTSP Malut pantau stok pangan menjelah ramadhan Idhul Fitri (Foto: Istimewa)

Ternate, MI – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Maluku Utara memastikan ketersediaan Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) di wilayah Kota Ternate dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan oleh Subdirektorat Industri dan Perdagangan (Subdit Indagsi) Ditreskrimsus Polda Malut bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Perum Bulog, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Maluku Utara, dengan menyasar sejumlah titik distribusi utama, pasar tradisional, dan ritel modern di Kota Ternate, Selasa (10/2).

Dari hasil pemantauan, stok pangan strategis di wilayah Maluku Utara dinyatakan dalam kondisi aman. Khusus stok beras di Perum Bulog tercatat sebesar 153,5 ton, ditambah 1.550 ton yang saat ini dalam perjalanan menuju Ternate.

“Secara umum, neraca ketersediaan pangan strategis menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1447 H di Maluku Utara dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan barang,” ujar Kabid Humas Polda Malut.

Tim Satgas Pangan juga memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar rakyat. Di Pasar Inpres Bastiong, terpantau adanya kenaikan harga pada komoditas cabai rawit yang mencapai Rp100.000 per kilogram dan bawang merah Rp80.000 per kilogram. Kenaikan tersebut disebabkan berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.

Sementara itu, harga yang lebih kompetitif ditemukan di Pasar Tradisional Barito, dengan bawang merah dijual seharga Rp60.000 per kilogram dan cabai rawit Rp70.000 per kilogram.

“Kami menemukan adanya disparitas harga antarpasar. Untuk komoditas daging sapi di Pasar Higienis relatif stabil di angka Rp150.000 per kilogram, dan stok di ritel modern juga terjaga dengan harga sesuai HET,” tambahnya.

Polda Maluku Utara menegaskan akan terus mengawal jalur distribusi pangan guna mencegah terjadinya penimbunan maupun spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat. Satgas Pangan juga tidak segan menindak tegas oknum yang sengaja memainkan harga atau menahan stok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah bersama Satgas Pangan tengah mempersiapkan masuknya tambahan stok gula sebanyak 25 ton ke gudang Bulog untuk memperkuat cadangan pangan daerah.

Polda Malut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan panic buying, ketersediaan stok dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Maluku Utara selama Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.

Satgas Pangan merupakan tim gabungan lintas instansi yang dibentuk untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, serta mengawasi keamanan dan mutu pangan di wilayah hukum Polda Maluku Utara.

Topik:

Polda Maluku Utara Malut Ramadan