Relawan PNM Terus Hadir: Bantu Pulihkan Usaha Warga Korban Banjir Sumatera

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 30 Desember 2025 14:34 WIB
Relawan PNM Peduli mengangkut dan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Bantuan diberikan langsung ke rumah-rumah warga serta posko pengungsian sebagai bentuk dukungan pemulihan pascabencana. (Foto: Dok PNM)
Relawan PNM Peduli mengangkut dan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Bantuan diberikan langsung ke rumah-rumah warga serta posko pengungsian sebagai bentuk dukungan pemulihan pascabencana. (Foto: Dok PNM)

Jakarta, MI – Sebulan pasca banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, luka dan dampaknya masih jauh dari selesai. Banyak keluarga prasejahtera yang menggantungkan hidup pada usaha kecil di Aceh Tamiang, Peureulak, Kota Langsa, Kabupaten Pidie hingga Bireuen masih kesulitan untuk kembali bangkit. Bantuan yang tersedia pun semakin menipis seiring berjalannya waktu.

Melihat kondisi tersebut, relawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali turun langsung menyusuri lokasi-lokasi terdampak. Mereka mendatangi rumah warga dan posko pengungsian untuk menyalurkan bantuan sekaligus memberikan dukungan moral kepada para korban.

Kehadiran relawan menjadi penguat penting di tengah masa pemulihan yang kerap luput dari perhatian publik. Sebab meski banjir telah surut, kebutuhan masyarakat masih sangat tinggi dan beban ekonomi justru kini semakin terasa.

Saat penyaluran bantuan, para relawan banyak bertemu dengan nasabah PNM Mekaar yang juga menjadi korban dalam musibah ini. Sebelum bencana, mereka mengandalkan warung kecil atau usaha rumahan untuk mencukupi kebutuhan harian. 

Namun banjir yang datang tiba-tiba bukan hanya merendam rumah, tetapi juga menghancurkan sumber penghasilan. Peralatan usaha rusak, stok dagangan habis, dan sebagian dari mereka belum mampu memulai kembali usaha hingga kini.

Para nasabah mengaku pemulihan berjalan lambat karena minimnya modal serta ketiadaan perlengkapan usaha yang memadai. Akibatnya, keluarga yang hidup dari pendapatan harian kini menghadapi situasi yang semakin berat.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary menegaskan bahwa kehadiran berkelanjutan dari PNM menjadi sebuah komitmen agar masyarakat tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan.

“Sebulan setelah kejadian, kami melihat langsung masih banyak masyarakat dan nasabah kami yang berjuang untuk memulai kembali kehidupan mereka. Kehadiran relawan diharapkan dapat membantu meringankan beban sekaligus memberi semangat agar mereka bisa kembali bangkit,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Tragedi banjir di Aceh Tamiang dan sekitarnya menjadi pengingat bahwa fase pemulihan tidak berhenti ketika air surut. Dampak ekonomi dan sosial akan terus terasa, terutama bagi masyarakat kecil.

Di tengah perjuangan itu, kehadiran relawan dan dukungan yang konsisten menjadi salah satu penopang harapan, agar setiap keluarga mampu kembali menapaki kehidupan normal dan melanjutkan usahanya dengan penuh keyakinan.

Topik:

PNM PNM Peduli Banjir Sumatera Aceh Tamiang Relawan PNM Bantuan Kemanusiaan Pemulihan Pascabencana Nasabah Mekaar Usaha Mikro Bencana Alam Kemanusiaan CSR Langsa Pidie Bireuen