BEI Minta Insentif, Purbaya: Tangkap Dulu Pelaku Saham Gorengan
Jakarta, MI - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kembali buka suara terkait kepastian insentif untuk pasar modal. Janji pemberian insentif ini sempat disampaikannya saat mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Oktober 2025 lalu.
Namun, Purbaya menegaskan hingga saat ini belum ada pembicaraan lebih lanjut terkait insentif. Menurutnya, jika BEI mengajukan permintaan insentif, syaratnya jelas: mereka harus berhasil menangkap pelaku saham gorengan.
"Mereka belum minta insentif. Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang ditangkap?" ujar Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan pemberian insentif jika BEI bisa memperbaiki persoalan tersebut. Namun, ia belum bisa menjelaskan bentuk insentifnya karena masih perlu dibahas lebih lanjut.
"(Bentuk insentifnya) nanti didiskusikan karena mereka belum beres juga. Nanti kami lihat," ucap Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan bahwa BEI meminta insentif untuk ekosistem pasar modal ke Kementerian Keuangan. Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena masih banyak ditemukan praktik saham gorengan di pasar.
Purbaya menekankan bahwa BEI harus terlebih dahulu memperbaiki perilaku investor di pasar modal, karena praktik saham gorengan dinilai merugikan investor kecil.
"Tadi Direktur Bursa juga minta insentif terus, yang belum tentu saya kasih. Jadi saya bilang, akan saya berikan insentif kalau Anda sudah merapikan perilaku investor di pasar modal. Artinya, yang goreng-gorengan dikendalikan sama dia lah," kata Purbaya usai berdialog dengan otoritas pasar modal di BEI, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Topik:
menteri-keuangan insentif-pasar-modal bei saham-gorengan