Mengenal Juda Agung, Wamenkeu Baru Kabinet Prabowo-Gibran
Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan. Juda menggantikan Thomas Djiwandono yang kini menempati posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), jabatan yang sebelumnya diemban oleh Juda.
Pergantian ini kian menegaskan adanya rotasi pejabat antara otoritas moneter dan fiskal. Sebelum dilantik sebagai Wamenkeu, Juda Agung telah mengundurkan diri dari jabatannya di bank sentral efektif per 13 Januari 2026. Seiring dengan itu, pemerintah mengusulkan tiga nama calon Deputi Gubernur BI yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Ketiga kandidat adalah, Solikin M Juhro dan Dicky Kartikoyono, pegawai yang telah puluhan tahun berkarier di BI. Kemudian, Wamenkeu yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono. Pada akhirnya, DPR memilih Thomas Djiwandono lolos dalam fit and proper test dan diputuskan menjadi Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung.
Seiring perkembangan terakhir, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memanggil Juda Agung ke kantornya untuk melakukan pertemuan yang mirip wawancara kerja. Setelah itu, pada hari ini, Presiden resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Profil Juda Agung
Juda Agung lahir di Pontianak pada tahun 1964 dan menempuh pendidikan Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor, lulus pada 1987. Kemudian, ia melanjutkan studi di University of Birmingham, Inggris, dan meraih gelar Master di bidang Money, Banking and Finance pada 1995 serta PhD di bidang Economics pada 1999.
Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda mengemban posisi Asisten Gubernur yang membawahi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada periode 2020–2022, setelah sebelumnya menjadi Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) di Washington DC pada 2017–2019.
Juda Agung secara resmi diangkat sebagai Deputi Gubernur BI melalui Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 dengan masa tugas hingga 2027.
Selain itu, Juda dilaporkan memiliki total harta kekayaan sebesar Rp56,08 miliar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun pelaporan 2024 yang disampaikan pada 10 Maret 2025.
Dari data yang dipublikasikan, aset terbesar Juda berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp21,52 miliar yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Bogor. Ia juga memiliki kendaraan dan mesin senilai Rp2,02 miliar, surat berharga Rp22,31 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp11,88 miliar. Setelah dikurangi total utang Rp1,65 miliar, nilai bersih harta kekayaannya mencapai Rp56.084.744.920.
Topik:
wamenkeu juda-agung bank-indonesiaBerita Sebelumnya
Kejar Tunggakan Pajak Rp500 Miliar, Menkeu Sidak Perusahaan di Tangerang
Berita Selanjutnya
BEI Rilis Aturan Baru Free Float Saham untuk Perusahaan IPO
Berita Terkait
Januari 2026 Alami Deflasi 0,15%, BI Optimistis Inflasi Tetap Terkendali
3 Februari 2026 16:41 WIB
Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Presiden yang Terpilih jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia
26 Januari 2026 21:25 WIB