RI Bakal Larang Ekspor Timah demi Hilirisasi Total
Jakarta, MI - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan memperluas kebijakan larangan ekspor komoditas mentah. Setelah nikel dan bauksit, pemerintah kini mengkaji langkah serupa untuk komoditas timah. Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong investasi hilirisasi di dalam negeri.
Bahlil menuturkan bahwa kebijakan tersebut dirancang sebagai langkah strategis agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi penyedia bahan baku bagi negara lain, sebagaimana yang terjadi di masa kolonial.
Ia menegaskan, penciptaan nilai tambah di dalam negeri menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit, dan tahun ke depan kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain termasuk timah, enggak boleh lagi kita ekspor barang mentah," kata Bahlil dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Bahlil turut mengingatkan pentingnya mengambil pelajaran dari sejarah panjang penjajahan yang mengeksploitasi sumber daya alam tanah air.
Ia pun mendorong para pelaku usaha untuk mulai menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan di dalam negeri.
"Sudah cukup negara kita ini dijajah oleh Belanda 3,5 abad, itu hanya untuk mengambil rempah-rempah dan bahan baku kita."
"Jangan kita sudah merdeka masih pula kita kirim barang mentah," tegasnya.
Bahlil menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peta jalan hilirisasi pada 28 komoditas strategis. Ia meyakini, pengelolaan sumber daya alam yang terarah menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju.
"Dunia telah mengajarkan kita tidak ada satu negara di dunia ini, negara berkembang yang punya sumber daya alam menjadi negara maju tanpa ada industrialisasi dan hilirisasi," kata Bahlil.
Topik:
kementerian-esdm bahlil-lahadalia ekspor-timah