Usai Libur Imlek, IHSG Berpeluang Menguat Meski Risiko Koreksi Masih Ada

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 18 Februari 2026 3 jam yang lalu
Ilustrasi saham. (Foto: Dok MI)
Ilustrasi saham. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Setelah libur Tahun Baru Imlek, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang kembali menguat pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026. Sebelumnya, pada penutupan Jumat (13/2/2026), IHSG tercatat melemah 53,08 poin atau 0,64 persen ke level 8.212,27.

Meski melemah di akhir pekan, secara mingguan kinerja IHSG masih tergolong positif. Dalam periode 9–13 Februari 2026, IHSG justru membukukan kenaikan sebesar 3,49 persen, yang mencerminkan tren pasar saham yang masih terjaga.

Analis MNC Sekuritas menyampaikan koreksi IHSG yang terjadi saat ini masih dalam batas wajar. 

IHSG terkoreksi 0,64 persen ke level 8.212 dan pergerakannya masih didominasi tekanan jual. Area koreksi minimal yang kami perkirakan pun sudah tercapai," tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Rabu (18/2/2026).

Dalam skenario terbaik (best case), IHSG dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan. Indeks berpotensi bergerak naik ke rentang 8.377–8.440 sebagai bagian dari pola wave (c) dari wave [x].

Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap kemungkinan koreksi lanjutan. IHSG berpotensi melemah ke area 8.098–8.155. Adapun level support berada di kisaran 7.863 dan 7.712, sementara level resistance terdekat berada di 8.354 dan 8.517.

Berdasarkan kondisi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah strategi dan saham pilihan bagi pelaku pasar.

Adapun rekomendasi saham yang disarankan antara lain:

  • Indika Energy (INDY): Buy on weakness di kisaran Rp3.190–Rp3.420 per saham, dengan target harga Rp3.840–Rp4.070 dan stop loss di Rp3.150.
  • Indosat (ISAT): Buy on weakness pada rentang Rp2.120–Rp2.180 per saham, dengan target Rp2.310–Rp2.400 dan stop loss Rp2.090.
  • Mitra Adiperkasa (MAPI): Buy on weakness di level Rp1.265–Rp1.305 per saham, dengan target Rp1.385–Rp1.440 dan stop loss Rp1.255.
  • United Tractors (UNTR): Sell on strength di area Rp29.575–Rp29.800 per saham.

Dengan strategi tersebut, investor diharapkan tetap disiplin mengelola risiko di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

Topik:

ihsg saham emiten mnc-sekuritas