Pasca Libur Imlek, IHSG akan Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan Laporan Keuangan Emiten 2025

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 17 Februari 2026 2 jam yang lalu
Ilustrasi papan saham di BEI. (Foto: Dok MI)
Ilustrasi papan saham di BEI. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Usai libur perayaan Imlek tahun kuda api, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dinamis pada periode 18–20 Februari 2026.

"Arah pergerakan IHSG akan banyak dipengaruhi sentimen fundamental, terutama rilis laporan keuangan tahunan 2025," kata Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026).

Menurut Hari, secara umum laporan keuangan emiten memberikan katalis positif, khususnya bagi perusahaan dengan pertumbuhan laba solid dan margin terjaga. 

Selain itu, sentimen kebijakan suku bunga juga menjadi faktor penting karena berpotensi menggerakkan sektor perbankan dan properti, seiring ekspektasi stabilnya likuiditas dan permintaan kredit. 

"Pasar juga terus mencermati progres reformasi Bursa Efek Indonesia yang dinilai konstruktif dan berpotensi memperkuat kepercayaan investor dalam jangka menengah," ungkap dia.

Dari sisi teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak konsolidasi setelah belum mampu menembus resistance 8.300, dan level support berada di kisaran 8.120. Selama area resistance belum terlewati, pergerakan indeks cenderung sideways dengan volatilitas yang relatif terbatas.

Untuk merespons kondisi tersebut, dia merekomendasikan strategi trading selektif pada saham-saham berfundamental kuat.

"Investor dapat memanfaatkan Booster Modal dan instrumen Power Fund Series (PFS), yang dapat dikelola melalui fitur Multi-Account untuk memisahkan strategi dan tujuan investasi, serta Shared Access agar keluarga atau komunitas bisa berkolaborasi dalam berinvestasi," jelas Hari.

Hari menyarankan fokus pada sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas yang masih ditopang permintaan global dan harga yang relatif stabil. Dia juga menekankan pentingnya akumulasi bertahap di area support serta disiplin manajemen risiko untuk menjaga kinerja portofolio.

Topik:

ihsg laporan-keuangan-emiten