Di Forum US Chamber of Commerce, Presiden Prabowo Klaim Hemat USD18 Miliar dari Pangkas Seremonial dan Perjalanan Dinas

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 19 Februari 2026 6 jam yang lalu
Presiden RI Prabowo Subianto saat berbicara di Business Summit yang digelar US Chamber of Commerce di Washington DC, Rabu (18/2/2026). (Foto: Dok Setpres)
Presiden RI Prabowo Subianto saat berbicara di Business Summit yang digelar US Chamber of Commerce di Washington DC, Rabu (18/2/2026). (Foto: Dok Setpres)

Washington DC, MI - Presiden Prabowo Subianto mengklaim berhasil menghemat anggaran negara sekitar US$18 miliar dalam tiga bulan pertama masa pemerintahannya. 

Penghematan tersebut, kata Prabowo, diperoleh dari pemangkasan belanja yang dinilai tidak produktif, termasuk kegiatan seremonial dan perjalanan dinas luar negeri.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berbicara di Business Summit yang digelar US Chamber of Commerce di Washington DC, Rabu (18/2/2026). 

Dalam forum tersebut, dia menekankan komitmennya memperbaiki tata kelola pemerintahan demi memberikan kepastian kepada investor sekaligus manfaat cepat bagi masyarakat.

"Saya berhasil menghemat sekitar 18 miliar dolar AS secara tunai,” ujar Prabowo dalam keterangan resminya.

Prabowo menjelaskan, salah satu sumber penghematan berasal dari penghentian berbagai acara seremonial yang kerap berulang di banyak lembaga. 

"Saya batalkan saja semuanya. Ulang tahun cukup dirayakan di dalam kantor,” katanya.

Selain itu, Prabowo menyebut anggaran perjalanan dinas luar negeri juga dipangkas karena dinilai tidak selalu relevan dengan persoalan mendesak di dalam negeri. 

Menurutnya, banyak masalah yang sebenarnya sudah jelas solusinya tanpa harus melakukan kunjungan ke luar negeri.

Penghematan anggaran tersebut, lanjut Prabowo, dialihkan untuk program-program prioritas yang menyentuh langsung masyarakat, seperti penanggulangan kemiskinan, kelaparan, dan stunting. Ia menegaskan kebijakan ini bersifat relokasi anggaran, bukan penambahan beban fiskal.

"Perut yang lapar tidak bisa menunggu," ucap Prabowo. 

Prabowo menyoroti angka stunting yang masih mencapai sekitar 25 persen anak Indonesia, sehingga pemerintah meluncurkan Program Makan Gratis sebagai langkah cepat dan terukur.

Dia juga mengklaim program tersebut memberikan efek pengganda bagi perekonomian desa. Saat ini, menurutnya, telah beroperasi sekitar 23.000 dapur, dengan setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang. 

Selain menciptakan lapangan kerja, kebutuhan bahan pangan dari desa ikut meningkat dan mendorong perputaran ekonomi lokal.

Dalam kesempatan itu, Prabowo sempat membandingkan langkah efisiensi yang ia lakukan dengan upaya penghematan anggaran di Amerika Serikat. 

"Mungkin ini mirip dengan yang dilakukan di sini. Tapi harus saya katakan, saya memulainya lebih dulu," tukas dia.

Topik:

prabowo-subianto prabowo