Prabowo Soroti 5.700 Desa Tanpa Listrik, Bahlil Diminta Bertindak Cepat
Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian serius terhadap masih banyaknya desa di Indonesia yang belum menikmati aliran listrik.
Prabowo meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk turun tangan dan mempercepat penyediaan listrik di desa-desa yang belum teraliri listrik.
Jumlah desa yang belum teraliri listrik mencapai sekitar 5.700 desa. Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai retret para menteri di Hambalang, Bogor.
Menurut Prasetyo, dalam Retret Awal Tahun Kabinet Merah Putih ini, Prabowo meminta Bahlil mempercepat sambungan listrik pada 5.700 desa di Indonesia.
"Menteri ESDM juga melaporkan perhatian khusus Bapak Presiden terkait masih adanya 5.700 desa yang hingga saat ini belum teraliri listrik. Pada tahun 2025, sekitar 1.400 desa telah berhasil dialiri listrik," kata Prasetyo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
"Oleh karena itu, Bapak Presiden meminta percepatan agar seluruh 5.700 desa tersebut dapat teraliri listrik sesegera mungkin," sambungnya.
Pada Oktober 2025, Bahlil sempat menyoroti masih banyak wilayah di Indonesia yang belum menikmati akses listrik. Ia menyebutkan, terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik.
Bahlil kemudian meminta PT PLN (Persero) untuk mempercepat upaya pemerataan listrik di seluruh wilayah di Indonesia.
"PLN ini saya minta bantuan betul, kita masih mempunyai 5.700 desa. Ini yang menggelitik di hati saya," ucap Bahlil.
Topik:
prabowo-subianto listrik pemerataan-listrik bahlil-lahadalia