42 Desa di Grobogan Terendam Banjir, 9.000 KK Terdampak

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 17 Februari 2026 1 hari yang lalu
Puluhan desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terendam banjir hingga Selasa (17/2/2026) (Foto: Tangkapan Layar)
Puluhan desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terendam banjir hingga Selasa (17/2/2026) (Foto: Tangkapan Layar)

Grobogan, MI - Sebanyak 42 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terendam banjir hingga Selasa (17/2/2026).

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan bahwa meluasnya banjir disebabkan oleh aliran air kiriman dari hulu ke hilir.

"Di sejumlah kecamatan bagian hulu, genangan dilaporkan telah surut, sementara di wilayah hilir justru mengalami penambahan tinggi muka air," kata Abdul dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Dia menambahkan, jumlah warga terdampak kini mencapai sekitar 9.000 kepala keluarga (KK), dan hingga Senin (16/2/2026) malam, belum ada pengungsian terpusat.

"Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, meningkat menjadi 9.000 kepala keluarga (KK) akibat meluasnya genangan dari wilayah hulu ke hilir. Sebagian besar melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat terdekat atau ke tempat yang lebih aman," tutur Abdul.

Ia menjelaskan, ada 42 desa di 10 kecamatan terdampak, dengan satu unit rumah mengalami kerusakan berat. 

Selain itu, terdapat sejumlah titik tanggul jebol, antara lain di Sungai Cabean Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu, Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung (masing-masing sepanjang 15 meter), Sungai Jratun di Dusun Mbaru Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu, serta dua titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding Kecamatan Godong.

"Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, Penawangan, dan Godong. Di Kecamatan Kedungjati, banjir yang sebelumnya menggenangi tujuh desa seperti Klitikan, Kedungjati, Wates, Jumo, Deras, Kalimaro, dan Padas dengan ketinggian 20-40 sentimeter saat ini telah surut," ungkapnya.

Ia merinci, di Kecamatan Tegowanu, Desa Tajemsari tercatat 171 KK terdampak dan masih tergenang. Kemudian, di Desa Sukorejo terdapat 600 KK dan Kebonagung 526 KK serta 102 hektare sawah berangsur surut. 

Lebih lanjut, di Kecamatan Purwodadi, genangan masih terjadi di Kelurahan Purwodadi berdampak pada 584 KK dan Kelurahan Kalongan, khususnya Perumahan Permata Hijau dengan 1.180 KK terdampak dan tinggi muka air sebelumnya mencapai sekitar 1 meter.

Selain itu, di Kecamatan Toroh, sekitar 200 KK terdampak di Desa Tambirejo, serta ratusan KK lainnya di Desa Katong, Sugihan, Depok, Boloh, Tunggak, dan desa lain, dengan kondisi sebagian besar telah surut.  Sedangkan di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, banjir masih menggenangi permukiman akibat jebolan tanggul Sungai Tuntang dengan ketinggian air 20-50 m.

Dalam penanganan darurat, BPBD Kabupaten Grobogan bersama TNI, Polri, relawan, dan perangkat daerah telah melakukan pemantauan intensif melalui grup komunikasi kebencanaan, evakuasi warga terdampak di sejumlah titik seperti Perumahan Janur Kuning Desa Tambirejo Kecamatan Toroh, Permata Hijau dan Lingkungan Cebok Kelurahan Kalongan Kecamatan Purwodadi, Desa Tinanding Kecamatan Godong, serta Desa Cingkrong Kecamatan Purwodadi.

Selain itu, bantuan logistik dan kasur lapangan juga didistribusikan ke Kecamatan Gubug, Tegowanu, Kelurahan Kalongan, Kelurahan Purwodadi, serta Desa Jumo dan Desa Tajemsari. Upaya pencegahan meluasnya banjir dilakukan melalui kerja bakti peninggian tanggul Sungai Tuntang di Desa Trisari dan Desa Gubug, Kecamatan Gubug.

"BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan memantau perkembangan kondisi banjir, khususnya di wilayah hilir yang saat ini masih tergenang," katanya. 

Topik:

banjir grobogan