Sukamta Dorong Pemerintah Indonesia Aktif Jaga Keutuhan Somalia dan Stabilitas Kawasan
Jakarta, MI - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta PhD menegaskan pentingnya peran aktif Pemerintah Indonesia dalam menjaga persatuan dan kedaulatan Republik Federal Somalia di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Tanduk Afrika dan Laut Merah.
Pernyataan itu disampaikan Sukamta menyusul berkembangnya wacana pengakuan sepihak terhadap Somaliland. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memicu konflik baru, memperparah instabilitas kawasan, serta mengancam solidaritas dunia Islam.
“Pengakuan terhadap Somaliland bukan sekadar isu lokal, tetapi merupakan langkah berbahaya yang berpotensi memecah Somalia sebagai negara berdaulat, memicu konflik horizontal, serta mengancam stabilitas kawasan Laut Merah dan Afrika Timur,” ujar Sukamta di Jakarta, Minggu (28/12/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika geopolitik global, termasuk meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dan berlanjutnya tragedi kemanusiaan di Gaza.
Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif dan sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki tanggung jawab moral dan diplomatik untuk ikut menjaga perdamaian.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS tersebut menegaskan perlunya pemerintah Indonesia segera mengambil langkah-langkah diplomasi strategis, di antaranya:
- Mendorong dialog politik inklusif antara Pemerintah Federal Somalia dan otoritas Somaliland guna mencegah disintegrasi negara dan konflik bersenjata.
- Mengoptimalkan peran diplomasi Indonesia melalui kerja sama dengan negara-negara kunci di kawasan, termasuk Turki, Mesir, Arab Saudi, serta negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
- Mendorong keterlibatan aktif Uni Afrika dan mekanisme multilateral internasional agar isu Somalia diselesaikan melalui jalur damai dan bermartabat.
- Menolak segala bentuk intervensi asing yang berpotensi memperparah konflik dan menjadikan Somalia sebagai arena perebutan pengaruh geopolitik global.
“Indonesia harus konsisten berdiri pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan penyelesaian konflik secara damai. Upaya-upaya yang berpotensi memecah Somalia justru akan menciptakan instabilitas baru, bukan hanya di Afrika, tetapi juga berdampak pada keamanan global,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sukamta berpandangan bahwa pembiaran terhadap proses disintegrasi di negara-negara Muslim hanya akan memperpanjang konflik, memperdalam krisis kemanusiaan, serta membuka ruang bagi politik pecah belah yang merugikan dunia Islam secara keseluruhan.
“Indonesia tidak boleh diam. Sejarah akan mencatat sikap dan keberpihakan kita terhadap perdamaian dan keadilan global,” pungkasnya.
Topik:
komisi-i-dpr sukamta somalia somaliland konflik-internasional timur-tengahBerita Sebelumnya
Adang Soroti Kesiapan APH Laksanakan KUHP dan KUHAP Baru
Berita Selanjutnya
Rahmad Handoyo Sandang Gelar Doktor, Teliti Model Pemberdayaan CSR untuk UMK
Berita Terkait
Hadapi Lonjakan Serangan Siber, Sukamta Dorong BSSN Susun Peta Ancaman Strategis
20 Januari 2026 16:34 WIB
Sukamta Apresiasi Sikap Tegas Kemlu RI dalam Menjaga Kedaulatan Somalia
9 Januari 2026 18:43 WIB
Sukamta Tegaskan: Kecaman RI terhadap Israel Adalah Sikap Anti Penjajahan, Bukan Antisemitisme
24 Desember 2025 18:05 WIB