Laba Bersih Adira Finance Anjlok Jadi Rp1,54 Triliun pada 2025
Jakarta, MI - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun sepanjang 2025. Angka itu turun 14,91% dibandingkan laba 2024 yang mencapai Rp1,81 triliun.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (20/2/2026), seiring penurunan laba, laba per saham (EPS) juga melemah menjadi Rp1.253, dari sebelumnya Rp1.538.
Meski laba terkoreksi, pendapatan usaha justru meningkat. Total pendapatan Adira Finance mencapai Rp12,12 triliun, tumbuh 2,88% dari Rp11,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh:
- Pembiayaan konsumen sebesar Rp7,55 triliun, naik dari Rp7,15 triliun
- Bagi hasil musyarakah mutanaqisah sebesar Rp394,32 miliar, meningkat dari Rp350,11 miliar
- Sewa pembiayaan sebesar Rp421 miliar, naik dari Rp266 miliar
Sementara itu, marjin murabahah tercatat Rp1,71 triliun, menurun dari Rp1,93 triliun pada 2024. Di sisi beban, total beban meningkat menjadi Rp10,14 triliun, dari Rp9,5 triliun tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama berasal dari:
- Gaji dan tunjangan karyawan sebesar Rp3,33 triliun, naik dari Rp2,9 triliun
- Beban umum dan administrasi sebesar Rp1,97 triliun, meningkat dari Rp1,77 triliun
- Beban pemasaran sebesar Rp709,72 miliar, naik dari Rp671,99 miliar
Namun, beberapa pos beban mengalami penurunan, seperti beban bunga dan keuangan yang turun menjadi Rp1,37 triliun dari Rp1,42 triliun, serta bagi hasil sukuk mudharabah yang turun menjadi Rp79,14 miliar dari Rp92,77 miliar.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan perusahaan relatif solid. Total aset Adira Finance meningkat menjadi Rp38,52 triliun, dari Rp38,37 triliun pada akhir 2024. Total ekuitas naik menjadi Rp15,03 triliun, sementara liabilitas menurun menjadi Rp23,49 triliun dari sebelumnya Rp23,82 triliun.
Topik:
laba-adira-finance adira-finance