Akselerasi Pengelolaan Mineral Strategis Demi Kejar Target Pertumbuhan 8%
Palembang, MI - Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen terus digencarkan. Salah satunya melalui Forum Group Discussion (FGD) bertema “Akselerasi Pengelolaan Mineral Strategis untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%” yang digelar di Palembang, Selasa (17/2/2026).
FGD ini menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga asosiasi pertambangan. Kegiatan tersebut diselenggarakan Yayasan Sriwijaya Energi Karya sebagai wadah dialog strategis untuk merumuskan langkah konkret optimalisasi pengelolaan mineral strategis nasional.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa komoditas seperti nikel, bauksit, tembaga, dan timah memiliki peran sentral dalam transformasi ekonomi nasional. Mineral strategis dinilai menjadi tulang punggung penguatan daya saing industri, terutama dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan agenda transisi energi global.
FGD juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan lintas sektor guna mempercepat realisasi investasi dan perizinan. Selain itu, penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) menjadi perhatian penting dalam pengelolaan sumber daya mineral.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha dinilai menjadi kunci agar pengelolaan mineral strategis mampu memberikan dampak ekonomi optimal sekaligus berkelanjutan.
Perwakilan narasumber dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa percepatan hilirisasi mineral merupakan strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Langkah ini diyakini mampu memperluas lapangan kerja, memperkuat struktur industri nasional, sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Dari forum tersebut, peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya percepatan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter), penguatan kepastian regulasi serta iklim investasi yang kompetitif, pengembangan teknologi pengolahan berbasis inovasi dan riset nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertambangan dan industri hilir, serta implementasi praktik pertambangan berkelanjutan sesuai standar global.
Hasil FGD ini diharapkan menjadi masukan strategis dalam perumusan kebijakan nasional serta langkah konkret mempercepat transformasi ekonomi berbasis peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
Topik:
forum-group-discussion pertumbuhan-ekonomi-ri mineral-strategis