Tekanan Ekspor Bikin Harga CPO Rontok Tiga Hari Beruntun
Jakarta, MI - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali melemah pada perdagangan Selasa (24/2/2026). Ini menjadi hari ketiga berturut-turut harga CPO berada di zona merah, seiring kekhawatiran pasar atas penurunan ekspor yang belum mereda.
Berdasarkan data penutupan BMD, kontrak berjangka CPO Maret 2026 turun 34 Ringgit Malaysia ke level 4.017 Ringgit Malaysia per ton. Pelemahan juga terjadi pada kontrak April 2026 yang terkoreksi 33 Ringgit Malaysia menjadi 4.048 Ringgit Malaysia per ton.
Tekanan berlanjut pada kontrak Mei 2026 yang terpangkas 30 Ringgit Malaysia menjadi 4.053 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juni 2026 turun 28 Ringgit Malaysia menjadi 4.054 Ringgit Malaysia per ton.
Kemudian, kontrak berjangka CPO Juli 2026 melemah 22 Ringgit Malaysia menjadi 4.052 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO Agustus 2026 turun 24 Ringgit Malaysia menjadi 4.049 Ringgit Malaysia per ton.
Mengutip data TradingView, Surveyor kargo memperkirakan volume pengiriman CPO pada periode 1–20 Februari menyusut sekitar 8,9% hingga 12,6% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan permintaan yang masih lesu, meski pasar telah memasuki momentum Ramadan dan mendekati Idulfitri.
Di sisi lain, Dewan Minyak Sawit Malaysia mengingatkan adanya potensi melimpahnya pasokan kedelai global serta meningkatnya ekspor minyak kedelai China, yang berpotensi memperketat persaingan di pasar minyak nabati.
Meski demikian, tekanan penurunan harga tertahan oleh pelemahan nilai tukar ringgit serta penguatan harga minyak nabati di pasar Chicago.
Aktivitas perdagangan di bursa Dalian, China, yang kembali berjalan usai libur Festival Musim Semi, turut memberikan sedikit dukungan terhadap harga.
Ke depan, permintaan dari importir utama seperti India diperkirakan kembali menguat pada 2026, seiring harga yang semakin kompetitif. Volume pembelian bahkan berpotensi menembus 800.000 ton.
Sementara itu, Dewan terkait memproyeksikan harga minyak sawit akan bergerak konsolidasi di kisaran MYR 4.000–4.300 per ton pada Maret.
Topik:
minyak-sawit harga-cpo