MoU Diteken, 4.000 Tenaga Kerja Indonesia Segera Berangkat ke Jerman

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 28 Februari 2026 4 jam yang lalu
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti (Foto: Istimewa)
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Sekitar 4.000 pekerja Indonesia diproyeksikan akan ditempatkan di Jerman melalui kerja sama antara PT Tenriawaru Elite Internasional dan Aurelium Global Talent GmbH.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua perusahaan tersebut disaksikan secara virtual oleh Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti.

Kerja sama ini membuka kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkiprah di berbagai sektor strategis di Jerman, mulai dari hospitality, ritel modern, hingga layanan kesehatan.

Tak hanya soal penempatan kerja, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekspor jasa profesi Indonesia di pasar global.

"Kerja sama ini menunjukkan besarnya potensi ekspor jasa profesi Indonesia di pasar global. Melalui kemitraan yang kredibel dan berkelanjutan, kita dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di sektor jasa," tutur Roro dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (28/2/2026).

Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret dari Misi Dagang Jasa Profesi Indonesia ke Berlin yang sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Misi tersebut menjadi momen penting untuk mempererat kolaborasi Indonesia dengan Jerman dan sejumlah negara Eropa lain, khususnya dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor strategis.

Roro menilai, sektor jasa profesi merupakan salah satu penggerak penting dalam diversifikasi ekspor nasional. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan terus mendorong diplomasi perdagangan dan promosi ekspor jasa guna memperluas akses pasar bagi pelaku usaha jasa Indonesia di tingkat global.

"Ekspor jasa merupakan salah satu sektor strategis yang terus kami dorong pengembangannya. Kemendag akan terus memfasilitasi kemitraan antara pelaku usaha jasa Indonesia dengan mitra internasional untuk memperluas akses pasar serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global," jelas Wamendag.

Data menunjukkan kontribusi sektor jasa Indonesia terus bergerak positif. Sepanjang 2025, sebanyak 296.948 pekerja migran Indonesia telah diberangkatkan ke berbagai negara. Sementara untuk Jerman, tercatat 204 pekerja migran Indonesia telah ditempatkan, dengan 164 orang di antaranya merupakan tenaga profesional di bidang kesehatan, khususnya registered nurse.

Roro Esti turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Misi Dagang Jasa Profesi di Berlin. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi fondasi bagi terbangunnya kemitraan antara pelaku usaha jasa Indonesia dengan mitra internasional.

"Kami berharap kerja sama ini dapat diimplementasikan secara konsisten dan profesional sehingga memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak, sekaligus mempererat hubungan perdagangan jasa antara Indonesia dan Jerman secara berkelanjutan," pungkasnya.

Topik:

wamendag tenaga-kerja-indonesia jerman pekerja-migran