KPK Tengah Usut Pengadaan EDC Telkom yang Dikerjakan PT PINS
Jakarta, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut proses pengadaan EDC (alat pembayaran non tunai/red) di PT Telkom Indonesia (Telkom) Tbk., dikerjakan oleh PT PINS yang merupakan anak usaha perusahaan telekomunikasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.
Adapun pendalaman dilakukan dengan memeriksa mantan petinggi PT PINS terkait dugaan korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina 2018-2023 yakni Budi Teguh Prakoso, Manager Sinergy Group PT PINS Indonesia 2018-2020 dan Adam Haerlangga, Sales Engineer 3 PT PINS Indonesia periode 2018-2020.
"Hari ini saksi 1 dan 2 hadir. Didalami pengetahuan yg bersangkutan terkait proses pengadaan EDC di Telkom oleh PT PINS," kata jubir KPK Budi Prasetyo, Rabu (23/7/2025) lalu.
Soal apakah KPK akan membuka penyidikan baru ihwal perkembangan kasus tersebut. Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu masih belum memberikan komentar saat dikonfirmasi Monitorindonesia.com, Jumat (25/7/2025).
Dalam kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU, KPK masih menghitung kerugian negara dan mempelajari modusnya. "Masih berlangsung penyidikannya, termasuk juga perhitungan kerugian negaranya. Tentunya penyidik dalam hal ini akan mempelajari semua bentuk tindak pidana korupsi yang ada di situ," kata mantan jubir KPK Tessa Mahardhika kepada Monitorindonesia.com pada Kamis (10/4/2025).
Pun Tessa berjanji penyidik akan segera merampungkan dugaan korupsi PT Pertamina dengan PT Telkom. "Penyidik tentunya akan melakukan proses penyidikan ini secara komprehensif," demikian Tessa.
Topik:
KPK PT Telkom PT PINSBerita Sebelumnya
Tak Kantongi PPKH: Modus Korupsi di Sektor Tambang
Berita Selanjutnya
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Divonis 3,5 Tahun Penjara
Berita Terkait
KPK Soroti Celah Busuk Tata Kelola TKA, Kasus WNA Singapura Cuma Disanksi Ringan Diseret ke Meja Antirasuah
5 jam yang lalu
KPK Telusuri Jejak Pelarian Bos PT Blueray: Diduga Jadi Celah Hilangkan Barang Bukti Skandal Barang KW Bea Cukai
5 jam yang lalu
KPK Bongkar Dugaan Jaringan Forwarder Lain di Skandal Impor Bea Cukai, Kasus Blueray Diduga Baru Pintu Masuk
6 jam yang lalu