Daftar Kekayaan Hary Tanoe yang jadi Sita Jaminan CMNP

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 27 Februari 2026 1 hari yang lalu
Daftar Lengkap Harta Kekayaan Hary Tanoesoedibjo (Foto: Ist)
Daftar Lengkap Harta Kekayaan Hary Tanoesoedibjo (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Sengketa hukum antara PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) dan Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, kembali memanas. 

Kuasa hukum CMNP mengajukan permohonan sita jaminan tambahan atas sejumlah aset yang diyakini milik Hary Tanoe. Permohonan diajukan ke Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diketuai Fajar Kusama Aji, dan menyoroti aset terbaru berupa tanah dan bangunan di Amerika Serikat.

Salah satu properti yang dimintakan penyitaan berada di 809 North Canon Drive, Beverly Hills, CA 90210, dengan nilai sekitar USD 13,5 juta atau setara Rp227 miliar (kurs tengah BI 24 Februari 2026: Rp16.825 per USD).

"Maka sudah sepatutnya permohonan sita jaminan yang diajukan oleh PT CMNP segera dikabulkan dan dilaksanakan," ujar kuasa hukum CMNP, A. Risky Kurniawan, melalui keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

CMNP menyatakan akan terus menelusuri kekayaan Hary Tanoesoedibjo maupun PT MNC Asia Holding Tbk untuk dijadikan objek sita jaminan tambahan, karena aset yang telah diinventarisasi dinilai masih jauh dari cukup untuk menutupi besaran tuntutan.

"Bahwa mengingat nilai ganti rugi yang sedemikian besarnya," kata Risky.

Dalam gugatan, CMNP menuntut ganti rugi hampir Rp120 triliun (Rp119.850.504.904.086) terhadap Hary Tanoe dan perusahaan yang sebelumnya bernama PT Bhakti Investama Tbk.

Menurut data yang dipaparkan kuasa hukum CMNP di persidangan, total aset yang berhasil ditelusuri sejauh ini mencapai Rp34.598.455.100.000. Rinciannya, aset pribadi Hary Tanoe sebesar Rp15.613.983.300.000 dan aset PT MNC Asia Holding Tbk senilai Rp18.984.471.800.000.

"Jadi untuk total, untuk harta kekayaan dari Hary Tanoe selaku tergugat I itu ada Rp15.613.983.300.000. Itu yang sementara kami berhasil inventarisir. Dan untuk harta kekayaan dari PT MNC Asia Holding selaku tergugat II itu ada Rp18.984.471.800.000. Sedangkan nilai tuntutan yang kami minta di dalam gugatan itu adalah Rp120.000.000.000 kurang lebih. Jadi ini masih di bawah," tutur kuasa hukum CMNP, Henry Lim, di PN Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2025).

Daftar Lengkap Kekayaan Hary Tanoesoedibjo

I. Benda Bergerak Berwujud

Kendaraan Bermotor

1 Bentley Arnage, 2007 5.650.000.000
2 Bentley Flying Spur, 2007 4.550.000.000
3 Mercedes Benz S-500, 2009 1.860.000.000
4 Toyota Alphard 2.4, 2009 890.000.000
5 Toyota Harrier, 2009 777.000.000
6 Bentley Continental Supersport, 2010 5.500.000.000
7 Ferrari California, 2010 4.680.000.000
8 Toyota Land Cruiser, 2010 1.600.000.000
9 Rolls Royce Phantom, 2011 12.500.000.000
10 Jaguar XJ Supersport, 2011 2.980.000.000
11 Cadillac Escalade, 2011 2.650.000.000
12 Range Rover, 2011 2.650.000.000
13 Hummer H2 SUV “B 112 CTI”, 2012 3.100.000.000
14 Range Rover Evoque 2.0 Hitam “B 131 VT”, 2012 1.375.000.000
15 Range Rover Evoque 2.0 Hitam “B 1 LHT”, 2012 1.325.000.000
16 Alphard Vellfire “B 1 HLT”, 2012 1.000.000.000
17 Kijang Innova “B 8058”, 2012 220.000.000
18 Rolls Royce Phantom, 2013 18.600.000.000
19 Grand Livina 1.5 XV, 2013 135.000.000
20 Alphard 2.5, 2018 1.500.000.000
21 Alphard 2.5 G AT, 2021 690.000.000
Total: Rp74.232.000.000

II. Benda Bergerak Tidak Berwujud

A. Saham milik Hary Tanoe:

1 PT Bhakti Panjiwira 55.000.000.000
2 GLD Investment Singapore 70.000.000
3 Media Persahabatan Indonesia 100.000.000
4 PT Global Mining Resource 500.000.000
5 HT Capital Investment Ltd 350.000.000.000
6 PT Prima Permata Nusantara 125.000.000
7 PT Surabaya Investasi Satu 25.000.000
8 PT Melawai Jaya Raya 2.500.000
9 PT Kriya Anugerah Solusi 120.000.000
10 PT HT Investama 11.000.000.000
11 PT HT Investama-Local 575.000.000.000
12 PT HT Investama-Local 45.000.000.000
13 PT HT Investama-Local 22.000.000.000
14 PT HT Investama-Local 52.700.000.000
15 PT HT Investama-Local 100.000.000.000
16 PT HT Investama-Local 60.000.000.000
17 PT HT Investama-Local 22.900.000.000
18 PT HT Investama-Local 23.800.000.000
19 PT HT Investama-Local 7.100.000.000
20 PT Suara Mas Abadi 199.000.000
21 HT Investment Development Ltd 12.850.000.000.000
22 HT Investment Development Ltd 37.000.000.000
23 HT Investment Development Ltd 141.000.000.000
24 PT MNC Pictures 11.300.000.000
25 PT Properendo Semesta Indah 1.000.000
26 PT Properendo Semesta Indah 360.000.000.000
27 PT Master Media Indonesia 1.000.000.000
28 PT MNI Publishing 2.750.000.000
29 PT Prioritas Timur Indonesia 120.000.000
30 PT Prioritas Timur Indonesia 60.000.000
31 PT Prioritas Timur Indonesia 1.600.000.000
32 PT Prioritas Timur Indonesia 3.000.000.000
33 PT Global Star Harvest 300.000.000
34 PT Pusat Riset Indonesia 43.700.000
35 PT Star Media Nusantara 300.000.000
36 PT Nusantara Sarana Outlet 300.000.000
37 Onwell Holding Ltd 5.000.000.000
38 PT Produser Pangan Asia 50.000.000
39 PT Produser Pangan Asia 1.150.000.000
40 PT Liveee Internasional Indonesia 2.500.000.000
41 PT Pesona Indo Nusantara 250.000.000
42 PT Inovasi Global Investama 500.000.000
43 Akademi Nusantara 250.000.000
Total: Rp14.744.116.200.000

B. Saham yang Dibeli untuk Dijual Kembali Milik Hary Tanoesodibjo

1 PT MNC Land Tbk (KPIG) – 975.872.520 lembar 137.500.000.000
2 PT MNC Land Tbk (KPIG) – 69.665.000 lembar 9.000.000.000
3 PT MNC Land Tbk (KPIG) 320.000.000
4 PT MNC Land Tbk (KPIG) 253.500.000
5 PT Global Mediacom Tbk (BMTR) – 9.850.000 lembar 10.800.000.000
6 PT Bhakti Capital Tbk (BCAP) – 71.542.800 lembar 17.200.000.000
7 PT Bhakti Capital Tbk (BCAP) 37.000.000
8 PT Bhakti Capital Tbk (BCAP) 11.800.000
9 PT Bhakti Capital Tbk (BCAP) 340.000.000
10 PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 15.000.000.000
11 PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 695.000.000
12 PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 338.000.000
13 PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 79.000.000
14 PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 841.500.000
15 PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 391.000.000
16 PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) – 28.587.000 lembar 15.000.000.000
17 PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) 3.400.000.000
18 PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) 353.500.000
19 PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) 762.000.000
20 PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) 92.000.000
21 PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) 185.000.000
22 PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) – 150.000.000 lembar 15.300.000.000
23 PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) – 2.008.525.300 lembar 350.000.000.000
24 PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) – 89.662.000 lembar 15.500.000.000
25 PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) – 1.100.000 lembar 148.500.000
26 PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) – 8.043.000 lembar 876.000.000
27 PT Global Mediacom Tbk (BMTR) 34.300.000.000
28 PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) – 1.250.000 lembar 62.500.000
29 PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) 3.500.000.000
30 PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) 442.000.000
31 PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) 255.300.000
32 Bank ICB Bumiputera (BABP) – 13.000.000 lembar 910.000.000
33 Bank ICB Bumiputera (BABP) 997.500.000
34 PT Mobile-8 (FREN) – 1.939.475 lembar 99.000.000
35 PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) – 200.000 lembar 100.000.000
36 PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) 2.860.000.000
37 PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) 241.000.000
Total: Rp638.191.100.000

C. Tabungan, Deposito, Giro, Surat Berharga serta Asuransi Milik Hary Tanoesodibjo

1 Tabungan Tabungan pada bank-bank, baik swasta maupun pemerintah di seluruh Indonesia dan di luar negeri
2 Deposito Deposito pada bank-bank, baik swasta maupun pemerintah di seluruh Indonesia dan di luar negeri
3 Giro Giro pada bank-bank, baik swasta maupun pemerintah di seluruh Indonesia dan di luar negeri
4 Surat Berharga Surat-surat berharga termasuk obligasi dan reksa dana, termasuk yang disimpan pada kustodian di seluruh Indonesia maupun di luar negeri
5 Asuransi Seluruh asuransi kerugian maupun jiwa pada perusahaan asuransi di seluruh Indonesia maupun di luar negeri

III. BENDA TIDAK BERGERAK

A. Apartemen Milik Hary Tanoesodibjo

1 Apartemen Keraton Unit 29A, Jl. Kebon Kacang 30 No. 12–9, RT 9/RW 5, Kel. Kebon Kacang, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat 18.500.000.000
2 Apartemen Keraton Unit 29B, Jl. Kebon Kacang 30 No. 12–9, RT 9/RW 5, Kel. Kebon Kacang, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat 18.500.000.000
3 Apartemen Keraton Unit 30A, Jl. Kebon Kacang 30 No. 12–9, RT 9/RW 5, Kel. Kebon Kacang, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat 18.500.000.000
4 Apartemen Keraton Unit 30B, Jl. Kebon Kacang 30 No. 12–9, RT 9/RW 5, Kel. Kebon Kacang, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat 18.500.000.000
Total: Rp74.000.000.000

B. Tanah dan/atau Bangunan Milik Hary Tanoesodibjo

1 Jl. Kembang Elok III Blok H3/6, Puri Indah, Kec. Kembangan, Jakarta Barat (LT 200 m²) 29.000.000
2 Jl. Mangga I Blok D No. 6/11/12/13/14/15/16 (LT 1.495 m²) 500.000.000
3 Jl. Mangga I Blok C No. 4/5/6/12/13/14 (LT 1.188 m²) 950.000.000
4 Jl. Sinabung Lippo Cikarang 3 Kav. Sinabung 3 No. 18 (LT 227 m²) 105.000.000
5 Jl. Sinabung Lippo Cikarang 3 Kav. Sinabung No. 28 (LT 144,8 m²) 50.000.000
6 Jl. Sinabung Lippo Cikarang 3 Kav. Sinabung 3 No. 29 (LT 144,8 m²) 50.000.000
7 Jl. Citayam II No. 2 Ciran jang 33, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (LT 6.730 m²) 12.000.000.000
8 Jl. Citayam II No. 2 Ciran jang No. 33, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 26.000.000.000
9 Jl. Ciomas V/17, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 1.500.000.000
10 Jl. Ciomas V/12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (LT 302 m², LB 320 m²) 2.700.000.000
11 Jl. Diponegoro No. 29 36.000.000.000
12 Jl. Gandaria Utara FII/46, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 830.000.000
13 Jl. Wijaya V/1, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (LT 291 m², LB 255 m²) 1.330.000.000
14 Jl. Wijaya V/4, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (LT 443 m², LB 260 m²) 1.400.000.000
Total: Rp83.444.000.000

Harta Kekayaan PT MNC Asia Holding 

I. Benda Bergerak Berwujud 

Kendaraan Bermotor

No Keterangan Nilai (Rp)
1 Toyota Rush 1.5 S AT TRD, 2019 250.000.000
2 Mitsubishi Xpander, 2022 297.000.000
3 Toyota Yaris Cross Hybrid GR Sport, 2023 441.000.000
4 Toyota Innova Zenix 2.0 V, 2023 458.000.000
5 Mercedes Benz C 200 AMG 2, 2021 900.000.000
6 Lexus RX 350, 2013 1.160.000.000
7 Honda HR-V 1.5 SE CVT, 2021 327.800.000
8 Toyota Avanza, 2015 160.000.000
9 Mitsubishi Xpander Cross, 2023 326.000.000
10 Toyota Avanza 1.3, 2015 160.000.000
11 Mercedes Benz C200 AMG, 2021 900.000.000
12 Mercedes Benz C200 AV G, 2023 1.000.000.000
13 Toyota Innova Zenix 2.0 Q Hybrid, 2023 626.000.000
14 Mercedes Benz E 250 AV G, 2018 1.197.000.000
15 Honda HR-V SE CVT, 2019 307.000.000
16 Mercedes Benz C200 AMG 1, 2021 900.000.000
Total: Rp74.232.000.000

II. BENDA BERGERAK TIDAK BERWUJUD

A. Saham-saham Milik PT MNC Asia Holding

1 PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) 3.850.000.000.000
2 PT Global Mediacom Tbk (BMTR) 8.500.000.000.000
3 PT MNC Land Tbk (KPIG) 3.200.000.000.000
4 PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) 1.900.000.000.000
5 Bhakti Investama International Ltd 1.000.000.000.000
6 PT MNC Energy 389.000.000.000
7 PT Global Transport Service 136.000.000.000
Total: Rp18.975.000.000.000

B. Deposito, Giro, Surat Berharga, dan Asuransi

1 Deposito Deposito pada bank swasta maupun pemerintah di seluruh Indonesia dan luar negeri
2 Giro Giro pada bank swasta maupun pemerintah di seluruh Indonesia dan luar negeri
3 Surat Berharga Obligasi, reksa dana, dan instrumen lain yang disimpan pada kustodian di dalam maupun luar negeri
4 Asuransi Seluruh asuransi kerugian dan/atau jiwa pada perusahaan asuransi di dalam maupun luar negeri
III. Benda Tidak Bergerak 

Rumah Toko (Ruko)

1 Gedung Roxy Mas 57.000.000
2 Gedung M2 5.000.000
Total: Rp62.000.000

Total Harta Kekayaan PT MNC Asia Holding

Rp18.984.471.800.000

Duduk Perkara

Perkara ini bermula dari transaksi pertukaran instrumen keuangan pada 1999. Saat itu, Hary Tanoesoedibjo menawarkan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) senilai 28 juta dolar AS yang diterbitkan Unibank, untuk ditukar dengan Medium Term Note senilai Rp163,5 miliar dan obligasi tahap II senilai Rp189 miliar milik CMNP.

NCD diserahkan pada 27 dan 28 Mei 1999. Namun, ketika CMNP mencoba mencairkannya pada 22 Agustus 2002, proses pencairan gagal karena Unibank telah ditetapkan sebagai Bank Beku Kegiatan Usaha sejak Oktober 2001.

Dalam gugatan, kuasa hukum CMNP menegaskan bahwa NCD tersebut tidak sah dan diduga palsu, sehingga tidak dapat dicairkan. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp103,46 triliun, sementara kerugian immateriil sebesar Rp16,39 triliun.

CMNP juga menilai penerbitan NCD tersebut tidak sesuai ketentuan, karena menggunakan mata uang dolar AS dan memiliki jangka waktu lebih dari dua tahun, padahal aturan Bank Indonesia membatasi maksimal 24 bulan.

Topik:

cmnp hary-tanoesoedibjo kekayaan-hary-tanoe sengketa-hukum