Tragedi Anak SD Bunuh Diri, Gubernur NTT Geram dan Ancam Pemda
Jakarta, MI - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan akan menuntut pemerintah daerah (Pemda) jika kasus bunuh diri akibat kesulitan ekonomi kembali terjadi.
Hal ini disampaikan terkait dugaan bunuh diri BS (10), siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, yang diduga nekat mengakhiri hidup karena orang tua tidak mampu membeli buku sekolah.
"Besok ada lagi model begini saya tuntut orang-orangnya. Kalau pun saya, maka saya siap tuntut. Kalau ada salah maka siap orang itu dituntut. Masa ada warga negara mati karena hal begini," tegas Laka Lena dikutip Kamis (5/2/2026).
Ia menyesalkan tragedi tersebut, meski bantuan dari pemerintah pusat, termasuk program pengentasan kemiskinan, telah banyak disalurkan ke NTT.
"Kami punya perangkat PKH, uang mengalir triliunan ke NTT urusan orang miskin masih ada yang mati urusan begini," katanya.
Melki menyebut kejadian itu mencerminkan kegagalan pranata sosial dan sistem pemerintahan dalam melindungi warga yang paling rentan.
"Syukur ini diketahui publik setelah kami rakornas. Itu kejadian kalau Pak Prabowo tahu, mati kami dicincang. Pak Prabowo paling marah hal-hal begini. Ini kami tidak tau apa yang salah, tapi pranata sosial kami gagal, pemerintah kami juga sama," ujarnya.
Melki mengaku banyak Menteri yang menghubunginya akibat peristiwa ini. Ia menambahkan bahwa kematian siswa SD di Ngada menjadi sorotan nasional karena dipicu persoalan kemiskinan, termasuk ketidakmampuan membeli alat tulis sekolah.
"Saya sampai ditelepon oleh banyak menteri karena hal ini. Ini alarm untuk pemerintah karena banyak warga daerah yang hidup dengan kondisi serupa," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti lambatnya respons pemerintah daerah setempat. Menurutnya, meski sudah menghubungi pimpinan daerah di Ngada, tanggapan yang diterima cukup lama.
"Mati hanya karena miskin. Agak terganggu juga saya. Saya punya keluarga juga, tangan saya susah juga. Saya WA [whatsapp] pimpinan daerahnya lama juga merespons. Jadi saya minta orang saya sendiri turun cek," ungkapnya.
Selain itu, ia menyinggung ketidakhadiran pemerintah daerah saat pemakaman korban.
"Pemerintah daerah harus segera mengurus makam anak tersebut. Kirim orang secara resmi dari Pemda Ngada, sebagai pemerintah kami gagal urus warga negara kalau begini. Malu saya sebagai Gubernur! Masa ada warga negara mati hanya gara-gara begini," ucap Melki.
Seorang siswa SD ditemukan tewas tergantung di dahan pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026) pekan lalu. Lokasi kejadian berada tidak jauh dari pondok tempat korban tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.
Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibunda korban.
Hasil pemeriksaan kepolisian menunjukkan bahwa sebelum meninggal, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pena. Permintaan itu tidak dapat dipenuhi karena ibunya tidak memiliki uang yang cukup.
Topik:
siswa-sd-bunuh-diri ngada gubernur-ntt