4.401 Huntara di Aceh Rampung, Ini Rinciannya
Jakarta, MI - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh melaporkan sebanyak 4.401 unit hunian sementara (huntara) telah selesai dibangun di seluruh wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Ribuan huntara itu kini siap dihuni dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Kasatgaswil Aceh, Safrizal ZA, menyebut Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah huntara terbanyak, mencapai 1.015 unit. Disusul Kabupaten Gayo Lues 530 unit, Kabupaten Aceh Timur 529 unit, serta Kabupaten Bener Meriah 455 unit.
kemudian, Kabupaten Pidie Jaya telah rampung 410 unit huntara, Kabupaten Aceh Tengah 300 unit, Kabupaten Nagan Raya 70 unit, Kota Lhokseumawe 50 unit, Kabupaten Pidie 12 unit, dan Kota Langsa 30 unit.
"Pembangunan huntara telah rampung 4.401 unit atau setara dengan 26% dari jumlah keseluruhan yang saat ini sedang dan akan terus dibangun sebanyak 15.956 unit. Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) akan terus mengawal sampai semua tercapai. Kita kebut dan terus percepat" tutur Safrizal dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).
Seiring rampungnya lebih dari 4.000 unit huntara, jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda darurat pun berangsur menurun. Meski demikian, hingga saat ini masih terdapat 74.120 atau 19.019 kepala keluarga yang masih tersebar di 986 titik pengungsian di 10 kabupaten/kota.
Safrizal juga menyampaikan bahwa dari sisi pemulihan ekonomi, sebanyak 465 pasar rakyat di Provinsi Aceh telah kembali aktif, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat perlahan bangkit. Selain itu, 641 rumah ibadah telah kembali digunakan.
"Di sektor pembersihan lumpur, Kementerian PUPR dari 235 lokasi sasaran pembersihan di Aceh, sebanyak 129 lokasi telah selesai ditangani, sementara 106 lokasi lainnya masih dalam proses. Pembersihan ini menjadi fondasi penting untuk memulihkan permukiman, fasilitas umum, dan aktivitas ekonomi warga, termasuk Komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah siap digunakan setelah sebelumnya terkena dampak yang parah" ujarnya.
Dari aspek kesehatan, Safrizal menyampaikan seluruh fasilitas kesehatan yang terdampak tetap beroperasi. Tercatat sebanyak 146 fasilitas kesehatan di Aceh terdampak bencana namun tetap operasional. Namun dua puskesmas menjalankan pelayanan di luar gedung, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.
Lebih lanjt, sektor pendidikan juga terdampak dengan 1.204 fasilitas pendidikan, namun proses belajar mengajar terus diupayakan tetap berjalan.
Sementara itu, pemulihan infrastruktur dasar juga terus dipercepat, khususnya penyediaan air bersih dan sanitasi. Hingga saat ini, sebanyak 614 sumur bor telah selesai dibangun di Aceh, satu unit masih dalam tahap pengerjaan, dan empat unit lainnya sedang dipersiapkan.
"Untuk fasilitas MCK, 46 unit telah rampung, sementara 26 unit lainnya masih dalam pengerjaan, guna menjamin kesehatan lingkungan masyarakat terdampak, Semoga semua dimudahkan, Insyaallah jelang Ramadhan ini progresnya terus signifikan," kata Safrizal.
Topik:
huntara aceh pemulihan-pascabencanaBerita Sebelumnya
Tanah Terlantar Bisa Disita Negara, PP 48/2025 Resmi Berlaku
Berita Selanjutnya
Wabup Klaten Benny Indra Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun, Ini Profilnya
Berita Terkait
Pemulihan Pascabencana: 10 Kabupaten/Kota di Sumatera Masih Butuh Perhatian Khusus
4 Februari 2026 18:04 WIB
Menteri PU Dorong Percepatan Huntara di Aceh, Targetkan Nol Warga Tinggal di Tenda Saat Ramadan
20 Januari 2026 18:50 WIB
Telkomsel Perpanjang Penyesuaian Tagihan, Jaringan di Wilayah Bencana Sumatera Dipastikan Normal
20 Januari 2026 12:00 WIB