Israel Hancurkan Markas UNRWA, Komisi I DPR: Luka Bagi Nurani Kemanusiaan

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 21 Januari 2026 14:19 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta (Foto: Ist)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Aksi Israel yang menghancurkan markas United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) di Yerusalem pada 20 Januari 2026 menuai kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk parlemen Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Penghancuran markas United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) di Yerusalem Timur adalah luka bagi nurani kemanusiaan. Ketika sebuah lembaga yang bertugas memberi makan, pendidikan, dan perlindungan bagi pengungsi justru dijadikan sasaran, maka yang diserang bukan hanya sebuah bangunan, tetapi rasa kemanusiaan itu sendiri,” kata Sukamta di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Wakil Ketua Fraksi PKS tersebut menegaskan bahwa UNRWA selama ini hadir untuk mereka yang paling rapuh, yaitu anak-anak, perempuan, dan keluarga pengungsi yang hidup dalam ketidakpastian. Menghancurkan fasilitas kemanusiaan berarti menutup pintu harapan bagi mereka yang bahkan tidak memiliki pilihan selain bertahan hidup.

Ia menilai, apa pun alasan politik dan keamanan yang dikemukakan, nilai kemanusiaan seharusnya menjadi garis batas terakhir yang tidak boleh dilanggar. Ketika batas itu runtuh, dunia sedang bergerak ke arah yang berbahaya, yaitu normalisasi penderitaan dan pembenaran atas ketidakadilan.

“Diam terhadap tindakan semacam ini berarti membiarkan kemanusiaan terus tergerus. Solidaritas terhadap rakyat Palestina bukan sekadar sikap politik, melainkan tanggung jawab moral bersama untuk memastikan bahwa nilai kemanusiaan tetap hidup di tengah konflik dan kekerasan,” tutur Sukamta.

Topik:

dpr-ri markas-unrwa israel yerusalem