Harga CPO Bergerak Tipis, Pasar Waspadai Kenaikan Stok
Jakarta, MI - Harga kontrak minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (12/6/2025), di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan produksi dan peningkatan level stok.
Mengacu pada data resmi BMD, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2025 mencatat kenaikan tipis sebesar 1 Ringgit Malaysia ke level 3.847 Ringgit per ton. Kontrak untuk Juli 2025 juga menguat 1 Ringgit menjadi 3.843 Ringgit per ton.
Namun, pergerakan harga tidak sama. Kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2025 stagnan di level 3.839 Ringgit per ton. Untuk kontrak September 2025 turun 3 Ringgit menjadi 3.836 Ringgit per ton.
Lebih lanjut, kontrak berjangka CPO Oktober 2025 terkoreksi 4 Ringgit menjadi 3.836 Ringgit per ton. Kontrak berjangka CPO November turun 4 Ringgit menjadi 3.842 Ringgit per ton.
Mengutip laporan dari Bernama, data terbaru dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (Malaysian Palm Oil Board/MPOB) menunjukkan bahwa produksi CPO Malaysia mencapai 1,77 juta ton pada Mei, naik 5,1% dibandingkan April yang tercatat sebesar 1,69 juta ton.
Kendati produksi meningkat, pelaku pasar meyakini bahwa kuatnya kinerja ekspor belakangan ini dapat membantu menahan tekanan penurunan harga dalam jangka pendek.
“Kami melihat harga CPO berada di support 3.800 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.000 Ringgit Malaysia per ton,” kata analis perdagangan sawit,David Ng.
Topik:
sawit minyak-sawit-mentah cpo harga-cpoBerita Selanjutnya
Tinggal Hitungan Hari, Apa Kabar Negosiasi Tarif RI-AS?
Berita Terkait
AMDAL Belum Terbit, PT KAS Tancap Gas - Pakar Hukum : “Aparat yang Membiarkan Juga Harus Dipidana!”
3 Februari 2026 14:32 WIB
PT KAS Kebal Hukum: PT KAS Diduga Beroperasi Tanpa AMDAL, Pemda Muna dan Polres Muna Diam.
2 Februari 2026 11:45 WIB