Purbaya Ungkap RI Bertahun-tahun Dikibulin Pengusaha CPO
Jakarta, MI - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membongkar kejanggalan dalam data ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia. Ia mengatakan, pegawai di jajarannya mampu mendeteksi adanya data ekspor yang tidak lengkap, khususnya untuk pengiriman ke Amerika Serikat (AS).
Purbaya menjelaskan, sebagian data ekspor CPO hanya terekam sampai pelabuhan hub di Singapura. Sementara pergerakan dari Singapura ke AS tidak tercatat secara lengkap. Ini diduga merupakan praktik underinvoicing.
"Rata-rata yang dilaporkan mereka setengah dari harganya yang di Amerika dan mereka ambil untungnya di perusahaan Singapura. Jadi pajaknya mungkin kecil di Singapura jadi ditaruh di situ. Jadi kita dirugikan secara signifikan," ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Purbaya menyampaikan bahwa tim LNSW Kementerian Keuangan saat ini masih mendalami temuan tersebut. Ia menunggu kepastian apakah data lengkap yang berasal dari AS bisa dipakai di pengadilan atau tidak.
Meski demikian, Purbaya optimistis Indonesia setidaknya telah mengantongi data kapal per kapal, yang menunjukkan adanya manipulasi yang cukup luar biasa.
"Selama beberapa tahun kita dikibulin para pengusaha CPO maupun, kalau batu bara belum dapat, tapi utamanya CPO," katanya. Purbaya juga mengungkapkan telah menyelidiki sebanyak 10 perusahaan.
Topik:
purbaya-yudhi-sadewa kemenkeu cpo ekspor-cpo data-eksporBerita Selanjutnya
Bersih-bersih BUMN: Celios Usul Erick Thohir Diperiksa Duluan
Berita Terkait
Rekayasa HS Code CPO Bongkar Kejahatan Terstruktur: Negara Dirugikan Hingga 13 T
11 jam yang lalu
Satu Nama, Dua Skandal: R. Fadjar Donny dari Kasus Emas ke Tersangka Korupsi Ekspor Sawit
11 jam yang lalu