Langkah Kemenkeu Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 10 Februari 2026 15 jam yang lalu
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung. (Foto: Dok MI)
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku memiliki cara agar dapat membidik pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6 persen pada kuartal I-2026. 

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan, pemerintah akan berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut melalui berbagai langkah percepatan kebijakan.

"Baseline pertumbuhan ekonomi kuartal I kami di angka 5,5 persen. Tapi kita akan dorong agar bisa mencapai 5,6 persen," ujar dia di Jakarta, Selasa (10//2026).

Menurut Juda, salah satu strategi utama yang ditempuh adalah mempercepat pelaksanaan program-program strategis pemerintah yang biasanya baru berjalan optimal di pertengahan tahun. 

Pemerintah akan mengakselerasi belanja negara agar dampaknya terhadap perekonomian bisa dirasakan lebih awal.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan program Perlindungan Sosial (Perlinsos). Pada kuartal I-2026, penyaluran bantuan sosial akan dipercepat untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

"Beberapa jenis belanja yang biasanya lambat di awal tahun akan kita percepat. Termasuk program perlindungan sosial yang memang bisa dieksekusi sejak kuartal pertama," ungkap Juda.

Pria yang sempat jadi Deputi Gubernur BI ini berharap kombinasi percepatan belanja pemerintah dan penyaluran bantuan sosial tersebut mampu memberikan tambahan dorongan bagi perekonomian nasional.

"Targetnya, dari baseline 5,5 persen bisa naik ke 5,6 persen. Tambahan 0,1 persen inilah yang sedang kita kejar," jelas Judai.

Ekonomi masih punya ruang untuk tumbuh

Juda menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2025 masih belum mencapai potensi maksimal. Meski demikian, capaian pertumbuhan sebesar 5,39% tersebut merupakan yang tertinggi sejak pandemi.

Karena itu, Juda menilai pemerintah masih memiliki ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi pada awal 2026, terutama melalui peningkatan konsumsi pemerintah. Momentum ini dinilai tepat, mengingat adanya periode libur panjang.

Dia menambahkan, peluang tersebut juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hasil survei Bank Indonesia, yang mencapai level 127 pada Januari 2026. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Januari 2025 (127,2).

“Ini momentum baik dan perlu kami dorong. Jika melihat ke depan, keyakinan konsumen meningkat signifikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” tutup Juda.

Topik:

kemenkeu pertumbuhan-ekonomi juda-agung