Indonesia-AS Sepakati Tarif 0% untuk 1.819 Produk Ekspor
Jakarta, MI - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan perdagangan timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang memberikan tarif impor 0% untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, produk yang mendapatkan fasilitas tarif nol persen mencakup sektor pertanian dan industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, serta komponen pesawat terbang.
"Dalam ART ini terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik pertanian maupun industri, yang dikenakan tarif nol persen," ujar Airlangga dalam keterangan pers di Washington DC, seperti dikutip dari laman Setkab pada Jumat (20/2/2026).
Untuk produk tekstil dan garmen, Amerika Serikat juga memberikan tarif 0% melalui skema Tariff Rate Quota (TRQ).
Kebijakan ini dinilai berdampak besar bagi sektor padat karya, karena menguntungkan sekitar 4 juta pekerja, dan secara tidak langsung memengaruhi sekitar 20 juta masyarakat Indonesia termasuk keluarganya.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Indonesia juga memberikan tarif nol persen bagi sejumlah produk utama asal AS, khususnya komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai.
Kebijakan ini bertujuan agar harga pangan olahan seperti mi, tahu, dan tempe tidak terbebani biaya tambahan bagi masyarakat.
"Masyarakat Indonesia membayar nol persen untuk produk berbahan baku kedelai dan gandum dari AS, sehingga tidak ada tambahan beban biaya," jelas Airlangga.
Di tingkat multilateral, kedua negara sepakat tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik, sejalan dengan kesepakatan di World Trade Organization.
Indonesia juga mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas, sesuai hukum nasional, dengan perlindungan data konsumen yang setara.
Selain itu, pemerintah akan menerapkan strategic trade management untuk memastikan perdagangan aman dan tidak disalahgunakan.
Berlaku Setelah Proses Hukum
Perjanjian ART akan berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum diselesaikan oleh kedua negara, termasuk konsultasi dengan DPR RI, dan dapat disesuaikan melalui kesepakatan tertulis bersama.
Airlangga menegaskan, perjanjian ini murni berfokus pada kerja sama perdagangan, berbeda dengan perjanjian AS dengan negara lain yang kerap memuat isu non-ekonomi.
Dia menyebut ART ini sebagai bagian dari upaya menuju “Indonesia Emas” dan menandai era baru (new golden age) hubungan perdagangan Indonesia-AS.
Topik:
airlangga-hartarto prabowo-subianto perjanjian-dagang tarif-0 ekspor-indonesiaBerita Terkait
Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Indonesia-AS Senilai USD38,4 Miliar
17 jam yang lalu
Di Forum US Chamber of Commerce, Presiden Prabowo Klaim Hemat USD18 Miliar dari Pangkas Seremonial dan Perjalanan Dinas
19 Februari 2026 11:19 WIB
Presiden Prabowo Tiba di AS, Siap Bertemu Donald Trump Bahas Kerja Sama Ekonomi
18 Februari 2026 12:47 WIB
Prabowo Klaim Efisiensi Anggaran Rp300 Triliun, Fokus Program Produktif dan Pemberantasan Korupsi
17 Februari 2026 15:50 WIB