WIKA Terpukul Proyek Whoosh, BPK Ungkap Kerugian Rp2,27 T Gegara Investasi Minim Mitigasi Risiko
Jakarta, MI - BUMN konstruksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) terseret kerugian jumbo dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap indikasi kerugian perusahaan mencapai Rp2,27 triliun, imbas penyertaan modal yang dinilai dilakukan tanpa mitigasi risiko yang memadai.
Temuan serius itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan atas Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Tahun Buku 2022 hingga Semester I 2024 pada WIKA, anak usaha, serta instansi terkait di sejumlah wilayah operasional.
Salah satu sorotan utama auditor negara berkaitan langsung dengan investasi WIKA di proyek KCJB—proyek strategis nasional yang kini beroperasi dengan nama Whoosh.
BPK menilai penyertaan modal WIKA ke konsorsium BUMN PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dilakukan tanpa pengendalian risiko yang layak. PSBI sendiri merupakan pemegang saham Indonesia sebesar 60% di PT Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC), perusahaan patungan Indonesia–China pengelola proyek kereta cepat.
“Penyertaan modal PT WIKA pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia untuk investasi di proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung dilakukan tanpa mitigasi risiko yang memadai sehingga merugikan perusahaan sebesar Rp2.276.228.305.000,00,” demikian kutipan LHP BPK sebagaimana diperoleh Monitorindonesia.com, Minggu (15/2/2026).
Tak berhenti di situ, BPK juga mencatat saldo investasi WIKA di PSBI berpotensi tidak dapat dipulihkan seluruhnya, dengan nilai mencapai Rp4,5 triliun. Artinya, tekanan finansial terhadap perusahaan negara ini bisa jauh lebih dalam dari sekadar angka kerugian awal.
Risiko ke depan pun belum mereda. BPK memperingatkan proyek KCJB berpotensi menimbulkan kerugian tambahan apabila klaim WIKA kepada KCIC tidak disetujui. Jika skenario itu terjadi, kondisi keuangan perusahaan dapat semakin terganggu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak WIKA belum memberikan tanggapan resmi. Permintaan konfirmasi kepada Senior Manager Corporate Relations WIKA William Lie belum direspons.
Dalam struktur kepemilikan PSBI, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 58,53%, diikuti WIKA 33,36%, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. 7,08%, dan PT Perkebunan Nusantara I sebesar 1,03%.
Di sisi lain, komposisi kepemilikan China di KCIC mencapai 40%, dengan dominasi perusahaan-perusahaan konstruksi dan perkeretaapian negara tersebut. Sementara pembiayaan proyek sebagian besar berasal dari pinjaman China Development Bank sebesar 75%, dengan 25% sisanya dari modal pemegang saham.
Masalah Belum Usai, Proyek Mau Diperpanjang ke Surabaya
Di tengah temuan kerugian dan risiko finansial yang masih membayangi, pemerintah justru bersiap memperluas proyek kereta cepat hingga Surabaya.
Pemerintah akan membentuk komite nasional kereta cepat untuk menangani berbagai persoalan strategis sekaligus mempersiapkan ekspansi proyek.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan komite tersebut akan berfungsi mengambil langkah strategis maupun taktis terkait proyek kereta cepat.
Pembentukan komite baru ini melanjutkan kebijakan sebelumnya pada era Presiden Joko Widodo, yang membentuk Komite Kereta Cepat melalui Perpres No.93/2021.
Namun kini, fokusnya tak hanya menyelesaikan persoalan Jakarta–Bandung, tetapi juga mengawal rencana perpanjangan hingga Surabaya—proyek besar yang menuntut kesiapan pendanaan, koordinasi lintas kementerian, serta pembelajaran dari pengalaman sebelumnya.
Pemerintah menyatakan akan mengevaluasi pelaksanaan proyek Jakarta–Bandung sebagai bahan pembelajaran sebelum melangkah lebih jauh.
Namun pertanyaannya tetap menggantung: ketika kerugian triliunan rupiah dan risiko investasi belum sepenuhnya terselesaikan, seberapa siap negara melanjutkan ekspansi proyek kereta cepat berikutnya?
Topik:
WIKA Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh BPK kerugian BUMN proyek strategis nasional KCIC PSBI investasi berisiko utang proyek kereta cepat Indonesia komite nasional kereta cepat