KPK Bongkar Korupsi Jalur Impor Terstruktur di Tubuh Bea Cukai
Jakarta, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menelanjangi praktik kotor di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2), Budiman Bayu Prasojo (BBP), resmi ditahan. Ia diduga menjadi sosok yang memerintahkan pengelolaan uang korupsi yang disimpan di sejumlah safe house.
Tak hanya menyimpan uang miliaran rupiah di rumah persembunyian, para pelaku juga diduga membangun sistem operasional sendiri lengkap dengan mobil operasional yang dibiayai dari duit haram.
"Uang ini yang dikumpulkan ini, ini juga digunakan untuk membeli mobil operasional. Nah BPKB-nya yang ada gitu. Jadi kelompok ini ya para oknum ini, ini membuat mobil operasional," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Sebagian uang bahkan tak perlu lagi disimpan di safe house. KPK menemukan dana tersebut tersimpan langsung di mobil operasional para tersangka.
"Bahkan ada sebagian dari uang yang dulu kita temukan itu ditemukan di mobil operasionalnya. Jadi ada juga uang itu yang disimpan mobil operasional itu untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak gitu. Jadi mereka udah lengkap, ada mobil operasionalnya dan lain-lainnya gitu," ucap dia.
Tak tanggung-tanggung, mobil operasional itu disebut tidak hanya satu unit. Seluruh dokumen kepemilikan kendaraan telah diamankan penyidik.
"Dan mobil operasionalnya juga tidak hanya satu gitu. Nanti bisa dilihat di situ, di BPKB-nya. Nah, itu juga sedang kita penggunaannya sudah kita ketahui BPKB-nya sudah ada pada kita. Nah, ini yang sudah disita maksudnya. Tinggal nanti unit-unit itu sedang hari ini sedang ditelusuri gitu, mobilnya. Seperti itu," tambahnya.
Saat proses penangkapan berlangsung, mobil-mobil tersebut terus bergerak dan bahkan berganti sopir, seolah mencoba menghindari kejaran aparat.
"Ceritanya itu. Bagaimana pergerakan uang itu pergerakan ganti mobil, ganti orang, ganti supir, ganti mobil, terus-terus seperti itu. Sedangkan juga kita petugas di lapangan itu sangat terbatas," sebutnya.
Budiman ditangkap pada Kamis (27/2) sekitar pukul 16.00 WIB di kantor pusat Bea Cukai, Jakarta. Perannya berkaitan dengan temuan uang Rp5 miliar di sebuah safe house di Ciputat, Tangerang Selatan.
KPK menduga Budiman memerintahkan Salida Asmoaji (SA), pegawai pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea dan Cukai, untuk mengelola uang dari para pengusaha yang produknya dikenai cukai serta para importir. Uang itu awalnya disimpan di safe house di Jakarta Pusat atas arahan Budiman dan digunakan sebagai dana operasional.
"Adapun uang tersebut diduga berasal dari dugaan tindak pidana korupsi terkait pengaturan jalur masuk importasi barang atau kepabeanan dan pengurusan cukai," ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep, Jumat (27/2/2026).
Pada Februari 2026, Budiman diduga memerintahkan pembersihan safe house di Jakarta Pusat. Uang pun dipindahkan ke lokasi lain di Ciputat.
"Pada awal Februari 2026, BBP memerintahkan SA untuk 'membersihkan' safe house yang berlokasi di Jakarta Pusat. SA kemudian memindahkan uang-uang tersebut ke safe house lainnya yang berlokasi di salah satu apartemen di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan," ujarnya.
Asep menambahkan bahwa penyidik kemudian melakukan penggeledahan di dua lokasi safe house dimaksud. Dimana penyidik menemukan uang tunai dalam berbagai mata uang asing dan rupiah dengan total lebih dari Rp 5,19 miliar, yang disimpan dalam 5 buah koper.
Atas perbuatannya, Budiman disangkakan melanggar Pasal 12B UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 20 huruf c UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Topik:
KPK Budiman Bayu Prasojo Bea Cukai safe house uang Rp5 miliar mobil operasional korupsi impor pengaturan jalur cukai koper miliaran suap kepabeananBerita Terkait
Cukai Dipermainkan, Negara Dirampok: KPK Bidik Produsen Rokok dan Pejabat Bea Cukai
13 jam yang lalu
PPI Siap Laporkan Perusahaan, Oknum Polisi dan Bea Cukai Terkait Dugaan Penjualan Ban Ilegal
14 jam yang lalu
Skandal Safe House dan Pembajakan Sistem Impor Diduga Libatkan Banyak Pejabat
14 jam yang lalu