Pramono Anung Gaspol Ramadan: Pemprov DKI Kebut Festival dan Operasi Pasar, Ekonomi Jakarta Tak Boleh Loyo!
Jakarta, MI – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi menggeber Jakarta Ramadan Festival 2026 di kawasan Bundaran HI, Jumat (27/2). Festival yang digelar hingga 31 Maret 2026 ini tak sekadar seremoni tahunan, melainkan sinyal tegas bahwa Pemprov DKI tak ingin ekonomi ibu kota melemah menjelang Idulfitri.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Alloh, menegaskan festival ini digerakkan lewat kolaborasi masif antara Pemprov, pelaku usaha, hingga pusat perbelanjaan. Targetnya jelas: roda ekonomi warga harus tetap berputar kencang selama Ramadan.
“Jakarta Ramadan Festival 2026 kami dorong menjadi akselerator ekonomi warga menjelang Idulfitri,” tegas Elisabeth, Jumat (27/2/2026).
Tak berhenti di panggung seremoni, Dinas PPKUKM langsung menurunkan strategi konkret. UMKM diposisikan di garis depan dengan akses lebih luas untuk berdagang dan meningkatkan omzet di momen konsumsi tertinggi sepanjang tahun ini.
Langkah nyata itu diwujudkan melalui Operasi Pasar Murah dan Bazar Ramadan yang digelar pada 2–13 Maret 2026 di 44 kecamatan serta Balai Kota DKI Jakarta. Program ini menjadi bantalan sosial sekaligus instrumen pengendali harga, di tengah potensi lonjakan kebutuhan pokok jelang Lebaran.
“Melalui program ini, akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau tetap kami jaga. Di saat yang sama, pelaku UMKM kami beri ruang promosi agar omzet mereka ikut terdongkrak,” papar Elisabeth.
Tak hanya menyasar pasar tradisional, Pemprov juga menggerakkan sektor ritel modern. Bersama pengelola pusat perbelanjaan, digelar Jakarta Festive Wonder serta Ramadan and Eid Clearance Sale pada 27 Februari–31 Maret 2026. Pesta diskon ini dirancang sebagai pemicu konsumsi domestik agar sektor perdagangan tak kehilangan momentum.
Pemprov DKI menilai Ramadan bukan sekadar momen religius, tetapi juga periode krusial bagi stabilitas ekonomi daerah. Melalui Jakarta Ramadan Festival 2026, pemerintah daerah berupaya menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat, pengendalian inflasi, dan penguatan ekosistem UMKM.
Festival ini diharapkan tak hanya menghadirkan kemeriahan Ramadan yang inklusif, tetapi juga menjadi bukti konkret bahwa pemerintah hadir memastikan kebutuhan warga aman, harga terkendali, dan pelaku usaha kecil tak tersisih di tengah derasnya arus konsumsi Lebaran.
Topik:
Pramono Anung Pemprov DKI Jakarta Jakarta Ramadan Festival 2026 Operasi Pasar Murah Bazar Ramadan UMKM Jakarta Inflasi Jakarta Idulfitri 2026 Ekonomi Jakarta Diskon RamadanBerita Terkait
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran
1 jam yang lalu
Tak Miliki PBG, Gubernur Pramono Didesak Bongkar Gedung Mersifarma TM di Pasar Minggu
26 Februari 2026 21:55 WIB
Kepala Sekolah SDN Malaka Jaya 04 Pagi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penggelapan Gaji Satpam
24 Februari 2026 20:27 WIB
UMKM Binaan Jakarta Lampaui 412 Ribu, Dorong Ekonomi Rakyat Makin Kuat
7 Februari 2026 12:27 WIB