Basarnas Tutup Operasi Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 24 Januari 2026 15:48 WIB
Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko (kanan) disaksikan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan (kiri) memperlihatkan alat perekaman penerbangan atau kotak hitam pesawat ATR 42-500 di posko aju Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua kotak hitam atau perekam penerbangan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). (Foto: Antara Foto/Arnas Padda/wsj).
Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko (kanan) disaksikan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan (kiri) memperlihatkan alat perekaman penerbangan atau kotak hitam pesawat ATR 42-500 di posko aju Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua kotak hitam atau perekam penerbangan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). (Foto: Antara Foto/Arnas Padda/wsj).

Jakarta, MI - Operasi pencarian dan pertolongan atas kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi dihentikan. Penutupan operasi tersebut diumumkan oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, pada Jumat malam, 23 Januari 2026.

Syafii menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasi diambil setelah melalui pertimbangan menyeluruh terhadap hasil pencarian, proses evakuasi, serta evaluasi kondisi di lapangan. Menurutnya, seluruh tahapan utama dalam operasi SAR telah dilaksanakan secara maksimal.

Hingga hari terakhir pelaksanaan, tim SAR gabungan berhasil mengamankan 11 paket temuan korban, yang terdiri atas 10 kantong jenazah dan satu paket bagian tubuh. Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan diserahkan kepada Bidokkes Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani proses identifikasi sesuai standar yang berlaku.

Selain korban, tim juga berhasil menemukan kotak perekam data penerbangan atau black box pada hari kelima pencarian. Saat ini, perangkat tersebut masih berada dalam penanganan Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna kepentingan investigasi teknis penyebab kecelakaan.

Syafii menegaskan, Basarnas masih menunggu hasil resmi dari KNKT dan tim forensik terkait kecocokan jumlah korban yang ditemukan dengan data manifest penumpang. Ia membuka kemungkinan operasi SAR kembali dilanjutkan apabila hasil identifikasi menunjukkan adanya ketidaksesuaian data.

Penutupan operasi ini menandai berakhirnya rangkaian panjang misi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Seluruh proses pencarian dilakukan di tengah medan pegunungan yang ekstrem serta kondisi cuaca yang kerap berubah dan menyulitkan upaya evakuasi.

Topik:

Pesawat ATR Kecelakaan Pesawat Operasi SAR Basarnas Bulusaraung Sulawesi Selatan Black Box KNKT Evakuasi Korban Berita Nasional