Profil Eks Menhub Budi Karya Calon Tersangka Kasus Kereta Api
Jakarta, MI - Nama mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (BKS), menjadi sorotan publik setelah dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa pada Rabu (18/2/2026). Pemeriksaan ini terkait kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta yang kini menyeret nama-nama besar.
“Benar, KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi saudara BKS, Menteri Perhubungan RI tahun 2019 sampai dengan 2024,” tegas juru bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis.
Pemanggilan ini bukan tanpa alasan. Penyidik tengah membedah dugaan praktik suap dalam proyek pembangunan jalur kereta di wilayah Jawa Timur—sektor strategis yang semestinya steril dari permainan uang haram. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK.
Sebelumnya, Bupati nonaktif Pati, Sudewo, telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga menerima uang suap saat masih menjabat sebagai anggota Komisi V DPR, lembaga yang memiliki fungsi pengawasan terhadap proyek infrastruktur, termasuk sektor perkeretaapian.
Dengan pemanggilan mantan menteri, publik kini menunggu seberapa jauh KPK berani menelusuri jejaring kekuasaan di balik proyek jalur kereta ini. Skandal yang awalnya menyeret pejabat daerah kini berpotensi membuka tabir praktik kotor di level lebih tinggi.
KPK memastikan penyidikan masih terus berjalan. Nama-nama lain berpeluang dipanggil, dan lingkaran perkara bisa semakin melebar.
Profil Budi Karya Sumadi
Budi Karya Sumadi, lahir di Palembang, Sumatra Selatan, 18 Desember 1956, merupakan sosok yang dikenal luas sebagai mantan Menteri Perhubungan Republik Indonesia periode 2019-2024.
Di masa jabatannya, Budi Karya dinilai sukses dalam menangani mudik lebaran pada tahun 2018-2019.
Putra pasangan Abdul Somad Sumadi dan Kusmiati ini menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada dan menekuni karier di bidang politik. Selain dikenal di ranah pemerintahan, Budi juga aktif berbagi informasi melalui akun Instagram-nya, @budikaryas.
Untuk latar belakang pendidikan, Budi Karya menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah Bukit Kecil, SMPN 1 Talang Semut Lama, dan SMA di Xaverius I.
Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada, lulus pada tahun 1981 dengan gelar Sarjana Teknik.
Budi Karya memulai karier profesional sebagai arsitek perencanaan di Departemen Real Estate PT Pembangunan Jaya. Selama bekerja di perusahaan swasta, ia menjalankan tugasnya dengan baik, hingga ia berhasil menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Jakarta Propertindo.
Sejak saat itu, Budi Karya menerima banyak proyek ibukota. Salah satu proyek yang pernah dikerjakannya di bawah PT Jakarta Propertindo ialah revitalisasi taman kota Waduk Pluit, Waduk Ria-Rio, dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Marunda.
Atas kerja kerasnya, Budi dipercaya memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Angkasa Pura II yang mengelola 13 bandara di Indonesia.
Budi yang sudah mengenal Presiden Joko Widodo sejak ia masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, mendapat kepercayaan menduduki jabatan strategis di pemerintahan.
Akhirnya pada tanggal 27 Juli 2016, Budi Karya ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Perhubungan menggantikan Ignasius Jonan.
Harta Kekayaan Budi Karya Sumadi
Berdasarkan data dari situs LHKPN, per 22 Maret 2024, Budi Karya Sumadi tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp43.678.487.374.
Laporan tersebut juga memaparkan secara rinci nilai aset yang dimilikinya. Berikut rinciannya:
Tanah dan bangunan - Rp21.982.034.000
Tanah dan Bangunan Seluas 110 m2/45 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI: Rp396.980.000
Tanah Seluas 3317 m2 di KAB / KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI: Rp3.423.144.000
Tanah dan Bangunan Seluas 253 m2/100 m2 di KAB / KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI: Rp1.289.035.000
Tanah dan Bangunan Seluas 133 m2/302 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI: Rp4.250.085.000
Tanah Seluas 5284 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp411.640.000
Tanah Seluas 500 m2 di KAB / KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI: Rp516.000.000
Tanah Seluas 658 m2 di KAB / KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI: Rp4.031.190.000
Tanah Seluas 600 m2 di KAB / KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI: Rp714.581.000
Tanah dan Bangunan Seluas 1326 m2/120 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI: Rp1.368.432.000
Tanah Seluas 900 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG , HASIL SENDIRI: Rp234.336.000
Tanah dan Bangunan Seluas 6069 m2/97 m2 di KAB / KOTA SUKOHARJO, HASIL SENDIRI: Rp3.159.286.000
Tanah Seluas 865 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG , HASIL SENDIRI: Rp1.741.245.000
Tanah Seluas 205 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG , HASIL SENDIRI: Rp446.080.000
Alat transportasi dan mesin - Rp627.250.000
MOBIL, TOYOTA VELLFIRE MINIBUS Tahun 2013, HASIL SENDIRI: Rp283.500.000
MOBIL, TOYOTA FORTUNER JEEP Tahun 2016, HASIL SENDIRI: Rp303.750.000
MOBIL, MERCEDES BENZ JEEP Tahun 1995, HASIL SENDIRI: Rp40.000.000
Harta bergerak lainnya: Rp705.000.000
Surat berharga: Rp4.731.698.113
Kas dan setara kas: Rp14.516.865.930
Harta lainnya: Rp4.349.807.802
Hutang: Rp3.234.168.471.
Topik:
budi-karya-sumadi kasus-suap kpk korupsi suap-jalur-kereta profil-budi-karya-sumadiBerita Terkait
Bos Bayangan Blueray Cargo Gito Huang Diduga ‘Main di Belakang Layar’, Hudi Yusuf Sebut KPK Kalah Canggih
19 menit yang lalu
Bongkar Lingkar Suap Pajak, KPK Periksa Direktur PT Niogayo Bisnis Konsultan Erika Augusta
26 menit yang lalu
Agenda Lain atau Menghindar? Budi Karya Absen Saat Skandal DJKA Dibongkar, KPK Panggil Lagi!
46 menit yang lalu