Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Presiden Prabowo Sedang Menurunkan Tingkat Kepercayaan Publik Ke Titik Terendah

Zul Sikumbang
Zul Sikumbang
Diperbarui 25 Februari 2026 17:33 WIB
Pengamat Ekonomi, Ichsanuddin Noorsy
Pengamat Ekonomi, Ichsanuddin Noorsy

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto sedang menjatuhkan tingkat kepercayaan publik kepada dirinya sendiri. Hal itu bisa dilihat dari perjanjian dagang antara Indonesia-AS yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto tanggal 19 Februari 2026.

Selain dari perjanjian dagang tersebut, Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tergabung dalam Board of Peace (BoP), yang didalamnya termasuk negara Israel.

"Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang menurunkan modal politik dan modal sosialnya, apalagi dengan BoP. Prabowo sedang menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada dirinya, bahkan sebagaian orang menyatakan, Prabowo sudah menggadaikan kedaulatan RI. Bagi saya, Prabowo dalam posisi sedang menurunkan tingkat kepercayaan publik ke titik terendah," kata pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy kepada monitorindonesia.com, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto tidak belajar dari kasus Koalis Merah Putih (KMP), Orde Baru, Reformasi, MEA, UU Penanaman Modal (UU 25/2007), UU 24/99 tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar, UU 38/2008 tentang MEA dan kebijakan lain yang menempati posisi Indonesia berada pengaruh negara lain. Dalam bahasa sederhananya, Indonesia memang merdeka, berdaulat dari aspek bahasa, bendera, lagu kebangsaan, HUT 17 agustus. 

"Tapi secara substansial, Indonesia tidak berdaulat. Artinya Indonesia ditundukkan tanpa senjata. Kalau Maduro (Presiden Venezuela) ditundukkan secara militer, Indonesia cukup ditundukkan melalui sistem, melalui perjanjian, standarisasi dan paksaan kepatuhan terhadap sistem perjanjian atas standarisasi," kata Noorsy.

Topik:

Ichsanuddin Noorsy Pengamat Ekonomi Presiden Prabowo Subianto Perjanjian Dagang Indonesia-AS