Laba Bank Mandiri Naik 16% Jadi Rp4,65 Triliun pada Januari 2026

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 23 Februari 2026 5 jam yang lalu
Kantor Pusat Bank Mandiri. (Foto: Dok MI)
Kantor Pusat Bank Mandiri. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat laba bersih sebesar Rp4,65 triliun pada Januari 2026. Capaian ini tumbuh 16,25 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4 triliun.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini menjelaskan, pertumbuhan laba terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang naik 10,2 persen yoy.

"Pertumbuhan ini mencerminkan sinergi yang solid antara strategi bisnis, pengelolaan risiko yang disiplin, serta penguatan ekosistem Bank Mandiri," kata dia dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Mandiri membukukan kredit sebesar Rp1.511,4 triliun per Januari 2026, tumbuh 15,62 persen yoy. Ekspansi kredit tersebut tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Kualitas aset juga terjaga dengan baik. Cost of Credit (CoC) tercatat turun 21 basis poin secara tahunan menjadi 0,35 persen. 

Sementara rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di level rendah, yakni 0,97 persen, turun 3 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only mencapai Rp1.635,5 triliun, meningkat 17,29 persen yoy. DPK tersebut didominasi dana murah dengan rasio CASA yang terjaga di level 73 persen, sehingga mendukung efisiensi biaya dana dan memperkuat likuiditas.

Bank Mandiri juga mencatat penurunan Cost of Fund (CoF) sebesar 27 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi 2,06 persen pada Januari 2026.

Selain pendapatan bunga, kinerja pendapatan berbasis komisi juga solid. Fee Based Income (FBI) recurring tumbuh 16,1 persen yoy. Perbaikan kinerja ini turut mendorong efisiensi, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik ke level 37,75 persen, turun 3,44 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.

Kinerja keuangan Bank Mandiri semakin diperkuat oleh akselerasi transaksi digital. Volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri meningkat 49,3 persen yoy, sementara Kopra by Mandiri tumbuh 27 persen yoy. 

Di sisi lain, transaksi treasury juga melonjak 33 persen yoy, seiring penguatan layanan digital dan solusi pengelolaan keuangan bagi nasabah.

Topik:

bank-mandiri laba-bank-mandiri