Laba Indo Tambangraya Megah Merosot Hampir 49% pada 2025, Tinggal USD190,94 Juta

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 26 Februari 2026 11:36 WIB
Pekerja dari PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: Dok Istimewa)
Pekerja dari PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengalami penurunan laba bersih 48,96% di 2025, dari USD374,11 juta pada 2024 menjadi USD190,94 juta.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Kamis (26/2/2026), sejalan dengan penurunan laba bersih, laba per saham (EPS) dasar dan dilusian ikut merosot menjadi USD0,17, dari sebelumnya USD0,33.

Dari sisi operasional, ITMG mencatatkan kenaikan produksi batu bara sebesar 5% dan volume penjualan naik 3% secara tahunan. Namun, harga jual rata-rata (ASP) batu bara turun tajam dari USD96 per ton pada 2024 menjadi USD76 per ton pada 2025, sehingga pendapatan ikut tertekan.

Hingga 31 Desember 2025, pendapatan bersih ITMG tercatat USD1,88 miliar, turun 18,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD2,3 miliar.

Penurunan pendapatan terutama disebabkan oleh turunnya ASP sekitar 20%, meskipun volume penjualan meningkat menjadi 24,7 juta ton pada 2025 dari 24,0 juta ton pada 2024.

Pendapatan terbesar ITMG masih berasal dari penjualan batu bara ke pihak ketiga sebesar USD1,84 miliar, meski turun dari USD2,2 miliar.
Sementara itu, penjualan ke pihak berelasi turun tajam menjadi USD18,19 juta dari sebelumnya USD86,38 juta.

Pendapatan lain-lain juga melemah, dengan jasa pihak ketiga sebesar USD4,64 juta (turun dari USD5,29 juta). Di sisi lain, keuntungan transaksi swap batu bara relatif stabil di USD10,56 juta.

Beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi USD1,39 miliar dari USD1,6 miliar. Namun, laba kotor tetap turun menjadi USD482,83 juta, dari sebelumnya USD698,81 juta.

Beban penjualan turun menjadi USD170,95 juta, tetapi beban umum dan administrasi naik ke USD44,9 juta dari USD37,09 juta.
Selain itu, beban keuangan melonjak signifikan menjadi USD11,12 juta dari USD4,05 juta.

Dari sisi neraca, total aset ITMG relatif stabil di kisaran USD2,4 miliar. Liabilitas meningkat menjadi USD497,73 juta dari USD472,73 juta, sedangkan ekuitas turun tipis menjadi USD1,9 miliar dari USD1,93 miliar.

Topik:

indo-tambangraya-megah laba-itmg