Lampu Jalan Mati, Desa Jadi ‘Angker’: FOPEMBA Desak Audit Proyek Barangka
Muna Barat, MI — Proyek pengadaan lampu jalan di Desa Barangka, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, menuai kecaman keras dari Forum Pemuda dan Masyarakat Desa Barangka (FOPEMBA).
Proyek yang disebut menghabiskan anggaran besar itu kini dituding gagal total dan hanya menyisakan tiang lampu tak berfungsi yang menempel di tiang listrik PLN.
Alih-alih menerangi jalan desa, proyek tersebut justru menjadi simbol pemborosan anggaran. Lampu jalan yang dipasang tidak menggunakan tiang mandiri, melainkan hanya ditempelkan pada tiang listrik yang sudah ada. Lebih ironis lagi, fasilitas yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar warga itu hanya berfungsi kurang dari satu bulan sebelum akhirnya padam total — tanpa perbaikan hingga hari ini.
FOPEMBA menilai proyek tersebut kuat diduga dikerjakan secara asal-asalan dan tanpa perencanaan matang. Bukannya memberi manfaat, hasil pekerjaan justru meninggalkan persoalan baru: kegelapan total di ruas-ruas jalan desa yang sebelumnya diharapkan lebih aman dan nyaman dilalui pada malam hari.
Akibat padamnya seluruh lampu jalan, suasana Desa Barangka berubah drastis saat malam tiba. Minimnya penerangan membuat warga menjuluki wilayah mereka sebagai “desa angker” atau “desa keramat”. Kondisi gelap pekat bukan hanya menimbulkan rasa takut, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan gangguan keamanan bagi masyarakat.
Kekecewaan warga semakin memuncak karena tidak ada respons nyata dari Pemerintah Desa Barangka. Keluhan yang disampaikan berulang kali disebut tidak pernah ditindaklanjuti. Hingga kini, tidak ada penjelasan terbuka mengenai penggunaan anggaran proyek maupun rencana perbaikan fasilitas yang mangkrak.
“Kami merasa dibohongi. Anggarannya besar, tapi hasilnya hanya menyala sebulan. Sekarang gelap gulita seperti desa tak berpenghuni. Pemerintah Desa seperti tidak peduli sama sekali,” kata salah satu warga Desa Barangka yang juga Mahasiswa Pertambangan Universitas Halu Oleo (UHO), Muhammad Ade Alfan, Senin (23/2/2026).
FOPEMBA menilai sikap bungkam pemerintah desa justru memperkuat kecurigaan publik. Ketidakjelasan anggaran, kualitas pekerjaan yang buruk, serta tidak adanya upaya pemulihan dinilai sebagai bentuk kelalaian serius terhadap kepentingan masyarakat.
Warga kini mendesak Inspektorat Kabupaten Muna Barat segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut. Mereka menuntut transparansi penggunaan dana, perbaikan segera lampu jalan agar kembali berfungsi, serta penegakan hukum jika ditemukan indikasi penyimpangan anggaran atau pelanggaran spesifikasi teknis.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Barangka maupun pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai proyek lampu jalan yang mangkrak dan menuai sorotan keras masyarakat tersebut.
Topik:
Lampu jalan desa Desa Barangka Muna Barat FOPEMBA proyek mangkrak dugaan pemborosan anggaran transparansi anggaran desa audit inspektorat pemerintah desaBerita Selanjutnya
Tanah Bergerak di Semarang, Rumah Roboh dan Warga Mengungsi
Berita Terkait
BPK Bongkar Borok Pegadaian: Kredit Jebol, Klaim Ratusan Miliar Mengendap, Proyek Amburadul
19 Februari 2026 17:30 WIB
Ekuitas Rontok Triliunan, BPK Sorot Tata Kelola Wijaya Karya Realty yang Amburadul
11 Februari 2026 14:25 WIB
Carut-Marut IT BPJS Ketenagakerjaan: Proyek Mangkrak, Pemborosan Miliaran, Sistem Tak Bisa Dipakai
9 Februari 2026 09:55 WIB