Abdul Mu'ti: Pesan "Kematian dari 35 Kisah Saat Maut Menjemput" Karya Ustadz Abdul Somad Perkuat Integritas ASN

Rizal Siregar
Rizal Siregar
Diperbarui 27 Februari 2026 14 jam yang lalu
Mendikdasmen Abdul Mu'ti  (Foto. Rizal Siregar)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (Foto. Rizal Siregar)

Jakarta, MI -  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah  (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menekankan pentingnya integritas dan kesadaran spiritual dalam bekerja saat menghadiri bedah buku "35 Kisah Saat Maut Menjemput" karya Ustadz Abdul Somad  (UAS) di Masjid Baitut Tholibin, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan di lingkungan kementerian merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih bermakna.

“Kegiatan bedah buku ini merupakan ikhtiar kita meningkatkan literasi, khususnya literasi sosial keagamaan, dengan masjid sebagai pusat pembinaan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala,” ujar Abdul Mu'ti.

Ia menambahkan, penguatan suasana religius di tempat kerja diharapkan berdampak langsung pada integritas para pegawai.

“Kami ingin suasana kerja yang religius berimplikasi pada cara kita bekerja. Pekerjaan dijalankan sebagai bagian dari ibadah, dengan penuh tanggung jawab, menjauhkan diri dari pelanggaran hukum, termasuk perilaku yang mengarah pada korupsi,” katanya.

Abdul Mu'ti juga menyampaikan apresiasi kepada Ustadz Abdul Somad dan seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai buku yang dibedah memiliki pesan moral yang kuat bagi kehidupan pribadi maupun kepemimpinan.

“Buku ini sangat inspiratif karena mengingatkan kita bahwa kematian adalah nasihat paling nyata bagi manusia. Kisah-kisah di dalamnya menegaskan bahwa kehidupan memiliki batas dan kematian dapat datang kapan saja. Karena itu, selama hidup kita harus berbuat yang terbaik bagi masyarakat, umat, dan bangsa,” tuturnya.

Dalam refleksinya, ia menyinggung pelajaran sejarah tentang keterbatasan kekuasaan dengan mencontohkan kisah Amru bin Ash pada masa konflik kepemimpinan antara Ali bin Abi Talib dan Muawiyah.

“Kepemimpinan dan jabatan ada batasnya. Karena itu, setiap pemimpin harus berhati-hati dalam menjalankan amanah dan tidak menyalahi aturan,” kata dia.

Menurutnya, pesan utama buku tersebut adalah kesadaran akan keterbatasan manusia dan pentingnya menjaga integritas dalam setiap peran yang diemban.

Topik:

Abdul Mu'ti Ustadz Abdul Somad 35 Kisah Saat Maut Menjemput Masjid Baitut Tholibin Kemendikdasmen bedah buku