DPR RI Tanggapi Pernyataan tentang Wilayah Israel dari Nil Hingga Eufrat: Kita Harus Jaga Dunia dari Ekspansionisme Baru

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 24 Februari 2026 15:59 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta (Foto: Ist)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Pernyataan kontroversial Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang merujuk pada legitimasi Israel atas wilayah luas di Timur Tengah berdasarkan narasi historis dan teologis tertentu, memicu perhatian dan reaksi dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menanggapi pernyataan tersebut dengan menekankan bahwa komentar semacam ini berpotensi menimbulkan preseden normatif yang berbahaya.

"Kami mencermati dengan serius pernyataan Huckabee ini. Dalam situasi geopolitik yang sensitif, pernyataan semacam ini berpotensi menimbulkan preseden normatif yang berbahaya. Pernyataan ini sejalan dengan pernyataan Benyamin Netanyahu terdahulu Greater Israel (Israel Raya) bahwa menurut narasi agama dan sejarah, wilayah Israel terbentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat yang meliputi Mesir, Palestina, Lebanon, Suriah, Turki dan Yordania. Kita semua harus menjaga dunia dari ekspansionisme baru seperti ini," ujar Sukamta melalui telepon seluler, Selasa (24/2/2026).

Sukamta mengatakan bahwa retorika ekspansionisme yang dibungkus legitimasi sejarah atau agama berisiko memicu ketegangan antarnegara, melemahkan diplomasi dan proses normalisasi kawasan, menguatkan kelompok ekstrem dan mengikis kredibilitas sistem hukum internasional.

Wakil Ketua Fraksi PKS itu menambahkan, tatanan dunia modern dibangun di atas prinsip kedaulatan, integritas teritorial, kesetaraan negara, serta larangan perolehan wilayah melalui kekuatan sebagaimana ditegaskan PBB. Prinsip ini lahir dari pengalaman pahit perang besar dan menjadi fondasi stabilitas global selama beberapa dekade terakhir.

"Kita harus menjaga konsistensi terhadap prinsip ini, bukan hanya untuk konflik di Timur Tengah. Tapi ini menyangkut masa depan tata dunia yang setara dan berbasis hukum. Jika integritas teritorial mulai direlatifkan, maka tidak ada kawasan yang benar-benar aman," tuturnya.

Oleh karena itu, Sukamta menyatakan dukungannya terhadap sikap tegas pemerintah Indonesia menanggapi pernyataan Huckabee.

"Sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia harus konsisten menegaskan bahwa setiap penyelesaian konflik harus berlandaskan hukum internasional dan penghormatan terhadap integritas teritorial. Dunia tidak boleh kembali pada pola klaim sepihak yang berpotensi menyeret kawasan-kawasan lain ke dalam ketidakstabilan," kata doktor lulusan University of Manchester itu. 

Topik:

mike-huckabee israel timur-tengah sukamta dpr