Yayasan Jalan Tengah Tegaskan Peran Strategis dalam Mengawal Asta Cita 2045
Jakarta, MI – Yayasan Jalan Tengah Indonesia menggelar Dialog Akhir Tahun dengan tema “Optimis Mengawal Asta Cita dalam Memperkokoh Iklim Demokrasi dan Mengawal Kemandirian Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus forum diskusi strategis dalam menutup tahun berjalan dan menatap arah pembangunan nasional ke depan.
Dialog tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, akademisi, aktivis, serta elemen masyarakat sipil untuk membahas pentingnya penguatan demokrasi yang substansial dan berkeadilan, seiring dengan upaya mewujudkan kemandirian pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.
Dalam forum tersebut, Yayasan Jalan Tengah Indonesia menegaskan komitmennya untuk selalu berada di posisi tengah sebagai jembatan dialog antara masyarakat dan pengambil kebijakan.
"Pada prinsipnya, kami adalah yayasan yang menjadi mitra kritis berbasis intelektual. Kami mendukung pemerintah dalam kebijakan yang dijalankan sekaligus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi negara dan bangsa Indonesia," ujar Ketua Dewan Pembina, Sumariyono, Jumat (26/12/2025).
Pengawalan terhadap Asta Cita dinilai krusial agar agenda pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin partisipasi publik, keadilan sosial, dan keberlanjutan sumber daya.
Pakar bidang pangan, Jufrinaldi, menekankan bahwa kemandirian pangan merupakan salah satu pilar utama menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penguatan sektor pertanian, perlindungan petani, serta kebijakan pangan yang berpihak pada rakyat harus berjalan seiring dengan iklim demokrasi yang sehat dan transparan.
Sementara itu, pakar Hukum Tata Negara, Hamrin, mengingatkan bahwa dalam proses mengawal Asta Cita, pemerintah menghadapi potensi ancaman laten, terutama yang bersifat legislasi.
"Dalam negara demokrasi, bahaya laten yang mengancam negeri ini memiliki dimensi legislasi. Oleh karena itu, proses perencanaan dan pembentukan undang-undang harus bersih dari tekanan kepentingan luar," jelas Hamrin.
Melalui Dialog Akhir Tahun ini, Yayasan Jalan Tengah Indonesia berharap terbangun optimisme kolektif dan komitmen bersama untuk terus mengawal demokrasi serta kemandirian pangan, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera pada 2045.
Topik:
Yayasan Jalan Tengah Asta Cita Indonesia Emas 2045 Demokrasi Kemandirian Pangan Ketahanan Nasional Akademisi Aktivis Masyarakat Sipil Kebijakan Publik Pembangunan Nasional Sumariyono Jufrinaldi Dr. HamrinBerita Terkait
Dugaan Lindungi Jaringan Ilegal, Kepala Bea Cukai Jakarta Disorot Publik, Kejagung Didesak Bertindak
4 Februari 2026 12:23 WIB
Skandal Proyek Pengaman Pantai Raha Rp28 Miliar Meledak, Dirjen SDA Didesak Copot Kepala BWS Sulawesi IV Kendari
2 Februari 2026 23:53 WIB
Pilkada Dirampas Elit: Daulat Rakyat Dikorbankan Demi Kepentingan Partai
23 Januari 2026 17:26 WIB
Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme: Ancaman Terbuka bagi Supremasi Sipil dan Negara Hukum
19 Januari 2026 13:34 WIB