ESDM: Produksi Batu Bara 2025 Melemah ke 790 Juta Ton

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 30 Desember 2025 13:41 WIB
Produksi Batu Bara 2025 Melemah ke 790 Juta Ton (Foto: Ist)
Produksi Batu Bara 2025 Melemah ke 790 Juta Ton (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan realisasi produksi batu bara sepanjang 2025 akan mencapai 790 juta ton.

Angka ini memang lebih rendah dibanding capaian produksi tahun sebelumnya sebesar 836 juta ton, namun tetap melampaui target yang ditetapkan untuk tahun ini, yakni 739,6 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa kinerja komoditas batu bara sepanjang 2025 relatif melandai jika dibandingkan periode sebelumnya.

“Secara produksi batu bara kita turun. Tahun kemarin sekitar 836 [juta ton], mungkin diproyeksikan tahun 2025 ini sekitar 790 [juta ton] lah. Jadi secara volume turun, secara harga juga turun,” ujar Tri dalam acara Kabar Merah Putih TV One, Senin (29/12/2025).

Meski begitu, Tri menyebutkan bahwa beberapa komoditas lain, seperti emas, justru mencatat kenaikan produksi sekitar 100 ton pada tahun ini. Peningkatan tersebut sejalan dengan penguatan harga emas di pasar.

“Mungkin karena kepatuhan dari teman-teman di perusahaan pertambangan sudah makin baik,” ucap Tri.

Di sisi lain, Tri menambahkan, sektor nikel masih menunjukkan tren pelemahan, dengan harga yang bertahan di kisaran US$14.000–US$15.000 per ton.

Pelemahan produksi batu bara yang diproyeksikan ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk menyesuaikan target produksi komoditas tersebut pada tahun depan.

Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan bakal memangkas target produksi batu bara, sekaligus membuka opsi mengerek porsi DMO tahun depan.

Rencana produksi dan porsi DMO tersebut saat ini tengah dievaluasi, menyusul tenggat waktu bagi perusahaan tambang untuk menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

“Kita tergantung nanti hasil rekap RKAB. Karena rekap RKAB itu akan menentukan berapa DMO yang akan kita kasih. Minimal 25%, sudah, titik,” ujar Bahlil kepada awak media di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Menurutnya, proyeksi batu bara pada RKAB 3 tahunan sebelumnya mencapai 900 juta ton per tahun, padahal permintaan batu bara di pasar cenderung melemah.

Di sisi domestik, kebutuhan batu bara nasional untuk pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN diperkirakan mencapai 140-160 juta ton.

Sementara itu, kata Bahlil, kebutuhan batu bara global sekitar 1,3 miliar ton, dan Indonesia berpotensi memasok hingga 600 juta ton.

Topik:

kementerian-esdm batu-bara