IHSG Lanjut Menguat ke Level 8.146, Sektor Barang Baku dan Keuangan Jadi Penopang
Jakarta, MI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatan pada penutupan perdagangan Rabu (4/2/2026) sore. Indeks komposit naik 24,12 poin atau 0,30 persen ke level 8.146,717. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.050 hingga 8.194.
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona hijau. Sektor Barang Baku memimpin kenaikan dengan lonjakan 3,32 persen. Sektor Keuangan turut menguat 1,16 persen, disusul Sektor Perindustrian yang naik 0,72 persen.
Sektor Transportasi dan Logistik juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,17 persen, sementara Sektor Teknologi bertambah 0,03 persen. Kinerja positif sejumlah sektor tersebut berhasil menjaga IHSG bertahan di area hijau hingga akhir perdagangan.
Namun demikian, tekanan masih membayangi beberapa sektor. Sektor Barang Konsumen Siklikal mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 4,02 persen.
Pelemahan juga terjadi pada Sektor Infrastruktur yang turun 2,41 persen, serta Sektor Barang Konsumen Non Siklikal yang melemah 1,63 persen.
Sektor Energi ikut terkoreksi 1,16 persen, diikuti Sektor Properti dan Real Estate yang turun 0,79 persen, serta Sektor Kesehatan yang melemah 0,33 persen, sehingga menahan laju penguatan IHSG secara keseluruhan.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau ramai. Total volume transaksi mencapai 45,39 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp25,74 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,89 juta kali. Tercatat 301 saham menguat, 391 saham melemah, dan 125 saham bergerak stagnan.
Dari jajaran saham unggulan, UNTR mencatat kenaikan harga terbesar dengan melonjak Rp1.675 ke level Rp27.850 per saham. Selanjutnya, RLCO naik Rp625 menjadi Rp7.000 per saham, serta AMMN menguat Rp600 ke posisi Rp7.475 per saham.
Di sisi sebaliknya, tekanan jual terbesar dialami saham SINI yang turun Rp1.725 ke level Rp15.575 per saham. Saham FILM terkoreksi Rp1.575 menjadi Rp8.925 per saham, sementara POLU melemah Rp1.350 ke posisi Rp20.575 per saham.
Untuk saham teraktif diperdagangkan, BIPI mencatat frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 198.670 kali dengan nilai transaksi Rp2,35 triliun.
Selanjutnya disusul HUMI dengan 103.748 kali transaksi senilai Rp356 miliar, serta BIPI kembali masuk daftar saham aktif dengan 76.612 kali transaksi senilai Rp429 miliar.
Topik:
ihsg bei emiten