IHSG Diprediksi Konsolidasi, Investor Masih Tunggu Sentimen Baru

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 10 Februari 2026 2 jam yang lalu
Ilustrasi papan pergerakan saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Dok MI)
Ilustrasi papan pergerakan saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidatif pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Sikap investor yang masih cenderung wait and see sambil menantikan sentimen lanjutan menjadi faktor utama pergerakan pasar hari ini.

Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran support 8.000, pivot 8.050, dan resistance 8.100.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,22% ke level 8.031,87. Setelah sempat melemah di awal sesi akibat sentimen negatif dari penurunan outlook peringkat beberapa emiten, indeks berhasil berbalik naik hingga penutupan.

Penguatan IHSG didukung oleh sejumlah sentimen positif, antara lain kenaikan indeks bursa Asia, berlanjutnya reli harga komoditas seperti emas, perak, dan tembaga, serta penguatan nilai tukar rupiah. Rupiah ditutup menguat di level Rp16.805 per dolar AS di pasar spot, sejalan dengan menguatnya mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat adanya penyempitan histogram negatif MACD dan sinyal reversal dari Stochastic RSI yang sebelumnya berada di area oversold. Namun, volume transaksi masih relatif rendah, menandakan investor belum sepenuhnya agresif.

"Dengan kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak konsolidasi di rentang 8.000–8.100," tulis Phintraco Sekuritas.

Dari sisi data ekonomi, indeks keyakinan konsumen Indonesia meningkat ke level 127 pada Januari 2026, naik dari 123,5 pada Desember 2025. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Januari 2025 dan didorong oleh perbaikan di hampir seluruh subindeks utama.

Selain itu, penjualan sepeda motor tumbuh 3,1% secara tahunan (YoY) menjadi 577.763 unit pada Januari 2026, tertinggi dalam tiga bulan terakhir, setelah sempat turun tajam pada Desember 2025.

Meski demikian, investor tetap mencermati sejumlah sentimen ke depan, termasuk data penjualan ritel Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5,5% (yoy) dari 6,3% (yoy) pada November 2025.

Pelaku pasar juga menantikan pertemuan teknis lanjutan antara BEI dan MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya dan akan membahas sejumlah inisiatif reformasi pasar modal.

"Bursa bersama SRO menyampaikan beberapa inisiatif kepada MSCI sebagai bagian dari delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan rampung pada April mendatang," ungkap Phintraco Sekuritas.

Topik:

ihsg phintraco-sekuritas