Ekonom CORE: Kasus Korupsi Bisa Guncang Kepercayaan Investor dan Stabilitas Ekonomi

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 10 Februari 2026 1 jam yang lalu
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi nasional. (Foto: Dok Istimewa)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi nasional. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, menegaskan bahwa kasus korupsi memiliki dampak yang sangat erat terhadap kondisi ekonomi, khususnya melalui aspek tata kelola dan integritas lembaga negara.

Menurut Faisal, kualitas governance dan integritas para pengambil kebijakan, termasuk di Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sangat menentukan persepsi serta tingkat kepercayaan masyarakat dan investor.

“Ketika lembaga kunci yang seharusnya menjaga stabilitas dan kredibilitas sistem keuangan justru terseret isu korupsi, dampaknya tidak hanya berhenti pada persoalan hukum, tetapi juga merembet ke sektor ekonomi,” ujar Faisal kepada Monitorindonesia.com, Selasa (10/2/2026).

Dia menjelaskan, pelaku usaha dan investor global sangat sensitif terhadap isu integritas. Menurunnya kepercayaan dapat mendorong sikap lebih berhati-hati dari investor dan memperburuk persepsi terhadap risiko suatu negara. Kondisi ini pada akhirnya memberi tekanan pada pasar keuangan dan sulit dihindari dalam penilaian lembaga pemeringkat internasional.

“Isu tata kelola dan kepercayaan sering kali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan lembaga pemeringkat, baik dalam penyesuaian outlook maupun penilaian kredit suatu negara,” jelasnya.

Oleh karena itu, penanganan dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) BI dan OJK dinilai bukan sekadar proses penegakan hukum, melainkan juga menjadi ujian penting bagi komitmen reformasi tata kelola sektor keuangan nasional.

Sebagai informasi, aparat penegak hukum telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK, yakni Satori dan Heri Gunawan, yang merupakan anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024.

Faisal menekankan, transparansi, akuntabilitas, serta penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan publik dan menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

“Tanpa itu, risiko reputasi dan tekanan terhadap pasar keuangan akan terus membayangi,” pungkasnya.

Topik:

ojk bi korupsi-dana-csr-bi-dan-ojk korupsi-csr-bi-dan-ojk