BEI Panggil Samuel Sekuritas Terkait Riset Saham RLCO, Proyeksi Harga Rp80.000 Disorot

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 10 Februari 2026 3 jam yang lalu
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Dok. MI)
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Dok. MI)

Jakarta, MI - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku telah memanggil PT Samuel Sekuritas Indonesia guna meminta klarifikasi atas laporan riset yang memprediksi target harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dapat menembus posisi Rp80.000 per saham. 

Pemanggilan itu dikarenakan riset tersebut menuai perhatian dan memicu polemik di pasar modal.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy menyampaikan, pemanggilan terhadap Samuel Sekuritas telah dilakukan menyusul berkembangnya isu tersebut.

"Kalau tidak salah, kita sudah sempat memanggil Samuel Sekuritas. Nanti saya cek lagi ke teman-teman, tapi seingat saya sudah dipanggil," kata Irvan ketika ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Irvan menambahkan, BEI akan membahas langkah lanjutan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

"Nanti kita diskusikan dulu dengan OJK," ungkap Irvan.

RLCO Bantah Ada Kesepakatan dengan Samuel Sekuritas

Di tengah sorotan tersebut, manajemen RLCO menegaskan tidak memiliki kesepakatan atau kerja sama apa pun dengan Samuel Sekuritas terkait penyusunan maupun penerbitan laporan riset ekuitas tersebut.

Penegasan ini disampaikan RLCO melalui surat resmi kepada BEI sebagai respons atas permintaan klarifikasi bursa. 

Manajemen RLCO menyatakan, laporan riset ekuitas yang diterbitkan Samuel Sekuritas pada 26 Januari 2026 bukan merupakan bagian dari perjanjian atau pelaksanaan kontrak apa pun yang berkaitan dengan proses penawaran umum perdana saham (IPO).

"Laporan riset ekuitas tersebut bukan merupakan bagian dari, maupun pelaksanaan dari, perjanjian apa pun antara Perseroan dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia terkait proses Penawaran Umum Perdana Saham," ungkap manajemen RLCO.

Manajemen RLCO juga menegaskan tidak pernah menugaskan, meminta, atau memberikan instruksi kepada Samuel Sekuritas untuk menyusun atau menerbitkan riset tersebut. Karena, laporan itu sepenuhnya merupakan analisis independen dan pandangan pihak ketiga.

Topik:

abadi-lestari-indonesia samuel-sekuritas saham-rlco bei