Laba Mega Manunggal Property Terjun 74% di 2025, Menyusut ke Rp63 Miliar
Jakarta, MI - Kinerja keuangan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) pada tahun buku 2025 mengalami tekanan cukup berat. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat hanya Rp63,2 miliar, anjlok 73,86% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp241,83 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (24/2/2026), penurunan laba tersebut berdampak langsung pada laba per saham (EPS) yang merosot tajam menjadi Rp9 per saham, dari sebelumnya Rp35 per saham.
Padahal, dari sisi pendapatan, emiten yang merupakan bagian dari Astra International ini masih mampu mencatat pertumbuhan.
Sepanjang 2025, pendapatan MMLP naik 3,59% menjadi Rp355,65 miliar, dibandingkan Rp343,32 miliar pada tahun sebelumnya. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari pihak ketiga, khususnya sewa kantor dan gudang yang mencapai Rp317,48 miliar.
Sumber pendapatan lainnya meliputi:
- Utilitas: Rp18,77 miliar
- Jasa penasihat dana strategis: Rp7 miliar
- Sewa peralatan: Rp3,48 miliar
- Pendapatan lain-lain: Rp2,36 miliar
- Pendapatan dari pihak berelasi tercatat sebesar Rp6,54 miliar.
Meski pendapatan meningkat, total beban usaha juga ikut membengkak menjadi Rp150,92 miliar, dari sebelumnya Rp138,51 miliar.
Kenaikan beban inilah yang menjadi salah satu faktor utama tergerusnya profitabilitas perseroan.
Dampaknya terlihat jelas pada laba sebelum pajak yang merosot tajam menjadi Rp69,58 miliar, jauh di bawah capaian Rp252,39 miliar pada tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan pun turun signifikan menjadi Rp70,72 miliar, dibandingkan Rp250,49 miliar pada periode sebelumnya.
Dari sisi neraca, MMLP masih mencatat pertumbuhan aset. Total aset meningkat menjadi Rp6,61 triliun dari Rp6,49 triliun. Namun, liabilitas juga naik menjadi Rp1,83 triliun dari Rp1,70 triliun, sementara ekuitas turun tipis menjadi Rp4,78 triliun dari Rp4,79 triliun.
Topik:
laba-mmlp mega-manunggal-proprty astra-international