Nyawa Pekerja Melayang di Pelabuhan Ciwandan, KAMAKSI Tuntut GM Pelindo Diperiksa

Didin Alkindi
Didin Alkindi
Diperbarui 26 Februari 2026 1 hari yang lalu
Flayer Aksi Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI). (Dok Istimewa)
Flayer Aksi Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI). (Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) memastikan akan turun ke jalan menyusul kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja di wilayah operasional Pelindo Regional II Banten.

Aksi besar itu dijadwalkan digelar Rabu, 4 Maret 2026, mulai pukul 10.00 WIB, dengan titik sasaran Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), serta kantor PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Koordinator aksi, Hidayat, menyebut sedikitnya 300 massa akan dikerahkan. Mobil komando, spanduk, poster bergambar General Manager Pelindo Banten, ban bekas, hingga keranda mayat akan dibawa ke lokasi sebagai simbol protes atas dugaan kelalaian fatal yang berujung korban jiwa.

KAMAKSI menilai, insiden di lingkungan Pelindo Banten tidak boleh berhenti sebagai kecelakaan biasa. Negara, menurut mereka, wajib membuka tabir dugaan kelalaian sistemik di balik tragedi tersebut.

Lima tuntutan keras KAMAKSI

Dalam pernyataan sikap resminya, KAMAKSI menyampaikan lima tuntutan utama:

Mendesak Kementerian Ketenagakerjaan, BP BUMN, dan Mabes Polri segera membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kecelakaan kerja di Pelindo Regional II Banten secara menyeluruh, transparan, dan terbuka ke publik.

Menuntut pemanggilan dan pemeriksaan terhadap General Manager Pelindo Banten, Benny Ariadi, serta pihak-pihak terkait, dan penerapan pasal pidana apabila terbukti ada unsur kelalaian yang menyebabkan pekerja meninggal dunia.

Mendesak evaluasi total dan pencopotan jabatan General Manager Pelindo Banten apabila terbukti gagal menjalankan fungsi pengawasan dan menjamin keselamatan kerja.

Menuntut penghentian sementara seluruh aktivitas operasional di Pelabuhan Ciwandan sampai ada kepastian hukum dan hasil investigasi yang diumumkan secara terbuka.

Meminta pertanggungjawaban dan klarifikasi resmi dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atas dugaan kelalaian sistemik yang menelan korban jiwa.

Surat pernyataan sikap tersebut ditembuskan kepada Menteri Ketenagakerjaan, Kapolri, Ketua Komisi IX DPR RI, Kepala BP BUMN, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta manajemen Pelindo Regional II Banten.

Ketua Umum DPP KAMAKSI, Joko Priyoski, menegaskan aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kontrol publik agar penanganan tragedi kecelakaan kerja di kawasan Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, tidak ditutup-tutupi.

“Kasus ini tidak boleh diselesaikan secara senyap. Negara harus hadir, transparan, dan tegas. Nyawa pekerja tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian,” tegas Joko.

Topik:

aksi mahasiswa buruh dan keselamatan kerja kecelakaan pelabuhan Pelindo Banten Cilegon unjuk rasa investigasi kecelakaan tanggung jawab korporasi kelalaian sistemik