Bulog Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Selama Ramadan hingga Idulfitri 2026

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 22 Februari 2026 13 jam yang lalu
Ilustrasi beras milik Bulog. (Foto: Dok MI)
Ilustrasi beras milik Bulog. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan, ketersediaan bahan pokok aman dan harga tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. 

Kepastian tersebut disampaikan usai inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Minggu dan Pasar Jatinegara, Jumat (20/2/2026). Hasil pemantauan menunjukkan stok pangan mencukupi dan harga relatif terkendali. Pengawasan difokuskan pada dua komoditas strategis, yaitu beras dan minyak goreng Minyakita. 

Selain itu, Bulog juga memantau komoditas lain seperti cabai, bawang, tepung terigu, daging, dan gula agar kondisi pasar tetap stabil secara menyeluruh.

Untuk komoditas beras, harga di pasar masih sesuai ketentuan pemerintah. Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan sebagai berikut:

  • Beras medium: Rp13.500/kg
  • Beras SPHP: Rp12.500/kg
  • Beras premium: Rp14.900/kg

"Alhamdulillah, harga beras saat ini stabil dan kondusif. Kami terus memperkuat sinergi dengan produsen, pengecer, dan Satgas Pangan agar harga terjaga selama Ramadan hingga Lebaran,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Minggu (22/2/2026).

Secara nasional, stok beras Bulog mencapai sekitar 3,2 juta ton dan terus bertambah melalui program serapan gabah petani. Dalam satu bulan terakhir, tambahan stok sekitar 100.000 ton, yang dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri 2026.

Tak hanya beras, Bulog juga memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar sesuai kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) 35%. 

Kini, penyaluran dilakukan langsung oleh BUMN Pangan, termasuk Bulog, tanpa melalui distributor, sehingga jalur distribusi lebih efisien dan terkendali.

"Minyakita kami salurkan langsung dari gudang Bulog ke pasar-pasar SP2KP dengan harga Rp14.500/liter dari gudang dan dijual ke masyarakat sesuai HET Rp15.700/liter. Skema ini memberi margin wajar bagi pengecer sekaligus menjaga harga di tingkat konsumen," tambah dia.

Sejak 1 Januari 2026, Bulog telah menyalurkan Minyakita secara langsung dengan stok 30.000 kiloliter per bulan, dan meningkatkan pasokan hingga 70.000 kiloliter menjelang Lebaran untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 2026, dia menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan distribusi beras dan Minyakita ke pasar-pasar SP2KP di seluruh Indonesia, demi menjaga keterjangkauan harga dan kepastian pasokan bagi masyarakat.

Topik:

bulog stok-pangan harga-pangan-stabil harga-pangan-idulfitri