Istana Pastikan Utang Whoosh Dibayar dari APBN
Jakarta, MI - Pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dipastikan akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebelumnya, rencana pembayaran cicilan utang proyek tersebut sempat menuai polemik di tengah masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, proses negosiasi dengan pihak China saat ini telah memasuki tahap finalisasi. Finalisasi negosiasi utang tersebut tengah dilakukan oleh BPI Danantara bersama pihak China.
"Kemarin laporan terakhir, rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
"Iya (utang Whoosh tetap dibayar dengan APBN)," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) tidak menjadi persoalan bagi pemerintah. Ia menyebut, utang yang harus ditanggung setiap tahun mencapai Rp 1,2 triliun untuk proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut.
Prabowo menilai, dana tersebut sebanding dengan manfaat yang dihadirkan Whoosh bagi masyarakat. Selain membantu mengurai kemacetan, juga bisa mempercepat perjalanan.
"Pokoknya nggak ada masalah karena itu kita bayar Rp 1,2 triliun per tahun. Tapi manfaatnya kan banyak, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, itu semuanya mesti dihitung," tutur Prabowo usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Selasa (4/11/2025) lalu.
Prabowo mengatakan, pemerintah masih kuat untuk membayar jumlah utang tersebut. Dananya juga tersedia. Apalagi di bawah kepemimpinannya, pemerintah banyak melakukan penindakan hukum untuk penyelewengan anggaran hingga korupsi.
"Kita mampu dan kita kuat, duitnya kita ada, duit yang tadinya dikorupsi saya hemat tak saya kasih kesempatan. Saudara harus bantu kita semua, jangan kasih kesempatan koruptor itu merajalela, uang nanti banyak untuk kita untuk rakyat kita semua," tegas Prabowo.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kehadiran Whoosh menjadikan Indonesia menguasai teknologi perkeretaapian yang canggih. Hal tersebut, menurutnya, terwujud karena kerja sama dengan China.
"Yang penting adalah kita kuasai teknologi. We are at the edge of best practice. Dan ini ingat ya ini simbol kerja sama kita dengan Tiongkok," kata Prabowo.
Topik:
kereta-cepat apbn utang-whoosh kereta-cepat-jakarta-bandung prabowoBerita Terkait
Prabowo Diskusi Bersama Prajogo Pangestu hingga Aguan Bahas Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Skandal Salah Sasaran PBI JKN: Triliunan Rupiah Lari ke yang Tak Berhak
9 Februari 2026 17:48 WIB
Disorot Lagi: Anggaran Fantastis, Lulusan PKN STAN Terus Terseret Korupsi
8 Februari 2026 14:39 WIB