Validitas Penyaluran Beasiswa 2023 Dipersoalkan, Kesra Tegaskan Tak Ada Program Mandiri

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 23 Februari 2026 2 jam yang lalu
Kepala Bidang Nonformal Biro Kesra Malut, Boas Lana (Foto: Istimewa)
Kepala Bidang Nonformal Biro Kesra Malut, Boas Lana (Foto: Istimewa)

Sofifi, MI - Penyaluran bantuan beasiswa pendidikan Pemerintah Pemprov Maluku Utara tahun anggaran 2023 diduga bermasalah. Dugaan tersebut menguat setelah hasil investigasi internal Kadera Institute mengungkap adanya kejanggalan sistemik dalam daftar penerima bantuan beasiswa yang bersumber dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Malut.

Data yang dipersoalkan berasal dari dataset “Data Bantuan Pendidikan Tahun 2023” yang mencantumkan 43 nama penerima dengan nominal masing-masing sebesar Rp12.460.000. Dokumen itu memuat rincian lengkap, mulai dari nama penerima, jenjang dan jurusan, universitas, besaran biaya, disposisi pejabat, hingga keterangan dalam atau luar daerah pada tahun anggaran 2023, seluruh penerima tercatat menerima nominal yang sama dan sebagian besar berstatus telah diverifikasi.

Persoalan mencuat setelah seorang mahasiswa menemukan namanya tercantum sebagai penerima bantuan pendidikan 2023, padahal ia mengaku tidak pernah menerima dana tersebut.

 Ia menyatakan pada 2023 baru memasuki semester pertama dan tidak pernah menandatangani dokumen pencairan dana sebagaimana prosedur administrasi keuangan daerah.

“Saya tidak pernah menerima dana bantuan pendidikan tahun 2023 dan tidak pernah menandatangani dokumen pencairan,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Maluku Utara, Boas Lana, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Minggu (22/2), mengaku tidak mengetahui terkait data 43 nama penerima bantuan beasiswa mandiri tahun 2023 yang diungkapkan oleh Kadera Institut.

Boas menegaskan bahwa data tersebut tidak benar, ia memastikan tidak ada penyaluran beasiswa mandiri pada tahun 2023.

Menurutnya, pengajuan beasiswa mandiri untuk tahun anggaran 2024/2025 hingga kini belum diproses karena belum tersedia pos anggaran. Berdasarkan data proposal yang masuk, sebanyak 152 orang belum terlayani dan masih tertahan di Biro Kesra Malut

“Data tersebut tidak benar. Untuk beasiswa mandiri tahun 2024/2025 terdapat 152 orang yang terdiri dari S1 sebanyak 96 orang, Kedokteran 23 orang, S2 sebanyak 18 orang, dan S3 sebanyak 15 orang, namun seluruhnya belum terlayani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan beasiswa pada tahun 2025 hanya diperuntukkan bagi mahasiswa baru yang disalurkan ke 22 perguruan tinggi di Maluku Utara. Sementara itu, pos anggaran untuk program beasiswa mandiri tidak tersedia pada tahun 2025.

Boas juga menyampaikan bahwa Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,1 miliar pada tahun 2026 untuk pembiayaan mahasiswa program lanjutan tahun 2025 di 22 perguruan tinggi di Malut.

Program ini di peruntukan bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ingin melanjutkan di perguruan tinggi di Malut. Beasiswa tersebut difokuskan bagi anak anak dari keluarga yang tidak mampu, dan anak anak yang berprestasi dalam menempuh pendidikannya.

“Dana sebesar Rp5,1 miliar disiapkan untuk pembiayaan program beasiswa lanjutan bagi penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2026,” pungkasnya.

Topik:

Maluku Utara Malut