IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke Level 8.450-8.500, Didorong Sentimen Global dan Domestik Positif
Jakara, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (24/2/2026), setelah pada sesi sebelumnya naik 1,5 persen ke level 8.396.
Dalam riset terbarunya, Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa sentimen positif datang dari keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan rencana penerapan tarif resiprokal oleh Donald Trump. Meski demikian, Trump sempat menyatakan akan memberlakukan tarif global baru di kisaran 15 persen.
Investor juga berharap perjanjian dagang antara Amerika Serikat dan Indonesia yang ditandatangani pekan lalu dapat dibatalkan, karena tarif yang tercantum dalam kesepakatan tersebut dinilai cukup tinggi, yakni 19 persen.
Dari dalam negeri, sentimen positif turut datang dari kabar bahwa MSCI menyetujui proposal yang diajukan oleh Bursa Efek Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan.
Selain itu, nilai tukar rupiah juga ditutup menguat di level Rp16.802 per dolar AS di pasar spot pada perdagangan Senin.
Dari sisi makroekonomi, data uang beredar (Money Supply/M2) Indonesia pada Januari 2026 tumbuh 10 persen secara tahunan (YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 9,6 persen YoY pada Desember 2025.
Secara teknikal, indikator MACD IHSG masih bergerak menguat di area positif dan didukung peningkatan volume beli. Namun, Stochastic RSI mulai melambat dan berada di zona jenuh beli (overbought).
"IHSG berhasil ditutup di atas MA20. Dengan demikian, indeks berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji area 8.450-8.500, apabila mampu bertahan di atas level 8.400," tulis Phintraco Sekuritas.
Di kawasan regional, mayoritas indeks saham Asia juga ditutup menguat pada perdagangan Senin, di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS yang berkisar antara 10 hingga 15 persen.
Sepanjang perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi 5 saham kepada pelaku pasar, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Timah Tbk (TINS).
Topik:
ihsg emiten saham