BTN Perkuat Layanan Wealth Management

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 24 Februari 2026 10 jam yang lalu
Wakil Direktur Utama BTN, Oni Febriarto Rahardjo dalam BTN Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (23/2/2026) (Foto: Dok BTN)
Wakil Direktur Utama BTN, Oni Febriarto Rahardjo dalam BTN Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (23/2/2026) (Foto: Dok BTN)

Jakarta, MI - Momentum perayaan Tahun Baru Imlek menjadi ajang apresiasi bagi nasabah BTN Private dan BTN Prioritas. Kepercayaan dan loyalitas nasabah menjadi fondasi utama pertumbuhan layanan wealth management perseroan.

Selama ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dikenal fokus pada kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya KPR Subsidi. Mulai tahun lalu, BTN memperluas layanan ke segmen wealth management melalui BTN Private dan BTN Prioritas.

Wakil Direktur Utama BTN, Oni Febriarto Rahardjo, menegaskan bahwa sebagai bank besar, BTN harus mampu melayani seluruh kebutuhan nasabah. Langkah transformasi tersebut ditopang kinerja keuangan yang solid. Sepanjang 2025, BTN membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun, tumbuh 16,4 persen secara year-on-year (YoY).

Total aset konsolidasian perseroan menembus Rp500 triliun. Tepatnya, mencapai Rp527,8 triliun atau meningkat 12,4 persen YoY, didukung pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 11,9 persen YoY menjadi Rp400,6 triliun.

“Kalau mau menjadi bank yang lengkap, kami harus bisa menghadirkan produk dan layanan yang setara dengan bank-bank lain. Produk dan layanan itu akan terus kami kembangkan, tentu dengan kualitas terbaik,” kata Oni dalam BTN Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Capaian tersebut menjadi modal penting memasuki 2026 yang disebut sebagai Tahun Kuda Api. Oni menjelaskan, filosofi kuda sebagai pekerja keras dan api sebagai simbol semangat membara dinilai sejalan dengan arah transformasi BTN.

“Ke depan akan kami tingkatkan lagi. Dalam rencana bisnis 2026, laba kami targetkan sudah tembus Rp4 triliun. Kami ingin mengoptimalkan momentum ini untuk pertumbuhan dan profit yang berkelanjutan,” ucap Oni.

Secara makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5,2–5,6 persen dinilai menjadi peluang. Sebagai negara berkembang, Indonesia masih menyimpan banyak potensi bisnis baru. Karena itu, momentum pertumbuhan harus dimanfaatkan secara tepat.

Oni menekankan pentingnya konsep investment with purpose. Investasi tidak boleh sekadar menempatkan dana tanpa perencanaan. “Bukan asal punya uang lalu ditaruh di deposito atau instrumen lain. Harus tahu sektor mana yang prospektif dan menguntungkan,” jelasnya.

Menurut dia, pengelolaan kekayaan bukan sekadar soal angka, tetapi juga menyangkut visi jangka panjang dan keberlanjutan lintas generasi. Karena itu, BTN berkomitmen menghadirkan solusi investasi yang komprehensif, pendampingan personal, serta layanan eksklusif dengan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.

Oni juga mengapresiasi para mitra strategis, mulai dari manajer investasi, perusahaan asuransi, sekuritas, hingga mitra lainnya. Kolaborasi tersebut memungkinkan BTN menghadirkan produk dan solusi terbaik bagi nasabah.

Mengusung tema “The Fire Horse Economy: Investing with Purpose, Building Legacy”, BTN ingin menegaskan pentingnya investasi berbasis tujuan yang jelas, manajemen risiko yang disiplin, serta diversifikasi portofolio yang terukur. “Kami hadir bukan hanya sebagai penyedia produk, tetapi mitra strategis yang mendampingi perjalanan finansial nasabah,” tegas Oni.

Ke depan, BTN akan memperkuat layanan wealth management melalui inovasi produk, peningkatan kapabilitas tim penasihat, serta digitalisasi layanan tanpa menghilangkan sentuhan personal. BTN juga berkomitmen menjaga kepercayaan nasabah dengan integritas dan profesionalisme.

“Dengan fondasi kinerja yang kuat dan strategi transformasi yang terarah, BTN optimistis dapat terus bertumbuh dan memperkuat posisinya di jajaran lima besar perbankan nasional,” terang Oni.

Direktur Network and Retail Funding BTN Rully Setiawan menyampaikan, penguatan layanan wealth management menjadi bagian penting dari transformasi BTN menuju Beyond Mortgage. Dari sisi segmentasi nasabah, BTN membagi layanan wealth management ke dalam beberapa tingkatan. Yakni Prospera dengan saldo mulai Rp300 juta, Prioritas dengan dana minimal Rp500 juta, serta Private Banking dengan dana di atas Rp15 miliar.

Menurut Rully, tren akuisisi dan peningkatan level nasabah menunjukkan kinerja yang positif. Asset Under Management (AUM) BTN saat ini telah mencapai sekitar Rp20 triliun. Tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan dibandingkan tahun lalu. 

“Akusisi terhadap nasabah-nasabah baru kita jaga dengan target secara leveling. Dari mulai Prospera kami tingkatkan jadi Prioritas. Kemudian nasabah Prioritas kami tingkatkan menjadi Private banking,” jelasnya.

Penguatan layanan wealth tersebut sejalan dengan langkah strategis BTN tidak lagi hanya fokus pada pembiayaan perumahan. Tapi juga menghadirkan kartu kredit, kredit kendaraan bermotor (KKB), Buy Now Pay Later (BNPL), hingga berbagai produk investasi. Strategi ini sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai bank konsumer terdepan di antara bank Himbara.

“Semua kebutuhan konsumer maupun investasi akan kami penuhi di tahun ini,” ujar Rully.

Rully optimistis menatap 2026 dengan strategi membangun kedekatan yang lebih kuat dengan nasabah. Terutama melalui pendekatan lifestyle dan integrasi layanan finansial. Salah satunya melalui Bale by BTN yang dikembangkan sebagai pusat transaksi terpadu, mulai dari pembelian reksa dana dan saham, pembayaran dengan QRIS dan kartu kredit, fitur BNPL, hingga fasilitas cicilan kendaraan bermotor. 

"Dengan ekosistem ini, BTN menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih solid dan berkelanjutan," tandas Rully.

Topik:

pt-bank-tabungan-negara-tbk btn-private btn-prioritas wealth-management