BEI Catat 8 Perusahaan Masuk Antrean IPO, Didominasi Perusahaan Berskala Besar

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 24 Februari 2026 10 jam yang lalu
Gedung PT Bursa Efek Indonesia yang terletak di Jakarta. (Foto: Dok MI)
Gedung PT Bursa Efek Indonesia yang terletak di Jakarta. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan minat perusahaan untuk menghimpun dana melalui pasar modal tetap tinggi pada 2026. Hal ini tercermin dari delapan perusahaan yang saat ini sudah masuk dalam antrean initial public offering (IPO) atau pencatatan saham di BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa hingga 20 Februari 2026, belum ada perusahaan yang resmi mencatatkan saham di bursa dengan dana yang dihimpun, tetapi delapan perusahaan telah masuk pipeline pencatatan saham BEI.

Dari sisi skala aset, tiga perusahaan tergolong beraset menengah (Rp50 miliar-Rp250 miliar), sementara lima perusahaan lainnya memiliki aset di atas Rp250 miliar, hal itu menunjukkan bahwa antrean IPO kali ini didominasi perusahaan berskala besar.

Kedelapan calon emiten ini berasal dari berbagai sektor:

  • 2 perusahaan di sektor basic materials
  • 2 perusahaan di sektor financial
  • Sisanya dari sektor consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, energy, industrials, serta transportation and logistics

Nyoman menambahkan, pipeline IPO saat ini menunjukkan konsentrasi sektor masih cukup dominan pada bahan baku dan keuangan, meskipun sektor lainnya juga terwakili.

Jumlah perusahaan yang masuk antrean IPO ini meningkat satu perusahaan dibandingkan pipeline yang diumumkan pada 19 Januari 2026, yang saat itu mencatatkan tujuh calon emiten.

Topik:

bei pipeline-ipo ipo-perusahaan ipo